Pendahuluan
Ikan oscar adalah
salah satu jenis ikan hias yang banyak digemari oleh kalangan hobiis, karena ikan
ini memiliki komposisi warna yang menarik sehingga dalam pemeliharaannya, ikan ini
memerlukan makanan dan perawatan khusus. Bercak warna indah yang menempel pada tubuhnya
tidak akan muncul apabila ikan ini mengalami stres. Terjadinya stres dapat merupakan
satu langkah awal terserangnya ikan ini oleh organisme penyabab penyakit, sehingga
selain pengetahuan tentang cara perawatan yang baik, pengetahuan tentang penyakit
yang sering menyerang ikan oscar dan cara-cara menanggulanginya, perlu dimiliki
oleh para hobiis ataupun para pembudidaya ikan hias ini.
![]() |
| Ikan Oscar |
Sistematika
Ordo : Percomorpjoidei
Famili : Cichlidae
Genus : Astronotus
Spesies : Astronotus acellatus, Cuvier
Famili : Cichlidae
Genus : Astronotus
Spesies : Astronotus acellatus, Cuvier
Oscar termasuk pada golongan Cichlidae
yang mempunyai ciri:
- Susunan duri-duri keras pada farink
- Mempunyai satu lubang hidung pada setiap sisi moncongnya
- Badannya selalu memanjang dan pipih ke samping
- Kepalanya relatif besar dengan moncong lebar dan tumpul
- Linea lateralis terpotong menjadi 2 bagian.
Morfologi
Ikan Oscar memiliki bentuk tubuh yang
mirip dengan ikan nila, ia memiliki kepala yang besar dengan mulutnya lebar, bergerigi,
agak meruncing, dan terletak di tengah (terminal). Sirip punggung (dorsal fin) berbentuk
lebar yang ujungnya bersebrangan dengan sirip dada (pectoral fin), serta ujung sirip
punggung dan sirip anus meruncing agak tumpul. Sirip ekornya berbentuk bulat (rounded).
Tubuhnya dilapisi warna dasar bervariasi,
akan tetapi lebih sering ditemukan Oscar yang memiliki warna dasar hijau zaitun
gelap atau coklat tua dengan coretan dan bintik-bintik tidak beraturan di bagian
sisi yang berasal dari sisik yang berwarna kuning keemasan atau kemerah-merahan.
Ikan jantan mempunyai beberapa tanda merah menyala pada tutup insang dan dekat
daerah perut di samping. Kecerahan
warna ikan ini sering berganti-ganti tergantung pada kondisi ikan. Ikan ini memiliki
pergerakan yang gesit karena ditunjang dengan bentuk badan yang langsing, pipih
ke samping (compressed).
Tingkah Laku
Ikan oscar termasuk ikan yang cerdas, karena ikan ini mudah
mengenali pemiliknya. Selain itu, dapat kita ketrahui bahwa ikan ini juga sensitif
terhadap gerakan, intesnsitas cahaya, dan irama akan tetapi ikan ini juga mempunyai
kebiasaan merusak atau mengganggu ornamen-ornamen yang ada di dalam akuarium.
Ikan oscar dewasa termasuk ikan buas,
karena ia mempunyai kebiasaan memakan ikan-ikan yang berukuran kecil terlebih jika
ikan itu bukan dari famili yang sama dengannya. Ikan oscar dapat hidup rukun apabila
dipelihara dengan ikan dari Famili Chiclidae lainnya yang memiliki ukuran tubuh
sama dengannya.
Makanan
Makanan yang biasa diberikan pada ikan
oscar sangat variatif seperti ikan-ikan kecil, jentik nyamuk, ataupun potongan-potongan
ikan lainnya. Akan tetapi, untuk menghasilkan ikan oscar yang memiliki kualitas
warna yang baik, maka sebaiknya makanan yang diberikan pada ikan ini adalah makanan
yang mengandung zat chitine. Jenis makanan yang mengandung zat chitine kebanyakan
adalah makanan alami berupa hewan-hewan yang memiliki cangkang seperti kutu air,
udang kali, rayap, dan lain-lain.
Reproduksi
Ikan oscar dapat dipijahkan setelah mencapai
ukuran panjang 15 cm dengan lebar 10 cm. Telur hasil pemijahan akan ditempatkan
oleh induk oscar pada substrat yang memiliki permukaan licin seperti kaca, porselin,
ataupun pecahan genting, dan selanjutnya akan dijaga oleh induk sampai telur tersebut
menetas.
Ikan oscar dapat bertelur setiap 10 hari
sekali dengan jumlah telur sekitar 1000-3000 butir per induk. Sepasang induk oscar
dapat dipijahkan sampai 5 musim pemijahan atau sampai berumur 7 tahun. Semakin tua
umur ikan oscar, maka kuantitas telur yang dihasilkannyapun akan semakin menurun.
Persiapan Sarana Pemijahan
Bak Pemijahan
Sarana pemijahan
yang sering dipakai untuk memijahkan ikan oscar adalah berupa bak semen dengan ukuran
2 x 2 x 0,5 m. Sebelum digunakan, bak pemijahan dipersiapkan terlebih dahulu dengan
melakukan kegiatan pembersihan bak dari kotoran dan sampah-sanpah. Apabila bak yang
akan dipakai adalah bak yang baru dibuat, maka sebaiknya bak tersebut direndam dengan
air sumur selama 4 minggu dengan perlakuan setiap 2 minggu sekali bak dikuras. Setelah
itu lakukan penjemuran terhadap bak pemijahan, hal ini dilakukan selain untuk memberikan
rangsangan terhadap oscar, juga untuk membunuh bibit penyakit yang diperkirakan
bersarang dalam bak.
Setelah bak pemijahan
disiapkan, selanjutnya air dimasukan ke dalam bak dengan ketinggian 25-30 cm. Sumber
air yang dapat digunakan adalah air sumur ataupun air PAM, akan tetapi air tersebut
perlu diendapkan selama 12-24 jam.
Substrat (Penempel Telur)
Telur ikan oscar
bersifat adhesiv, artinya telur memerlukan tempat untuk menempel (substrat). Jenis
substrat yang biasa digunakan dalam pemijahan ikan oscar adalah berupa batu yang
memiliki permukaan datar ataupun bahan lain yang memiliki permukaan licin, seperti
pecahan genting, porselin, kaca ataupun pipa paralon.
Sebelum dimasukan
ke dalam bak pemijahan, substrat yang akan dipakai sebaiknya dicuci dahulu untuk
menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel agar tidak mengganggu telur. Jumlah
substrat yang dimasukan disesuaikan dengan jumlah induk oscar yang akan dipijahkan.
Untuk setiap pasangan induk oscar yang akan dipijahkan, cukup diberikan substrat
1 saja, dan substrat tersebut kita simpan di bagian sudut bak. Ukuran substrat yang
ideal biasanya adalah 15 x 20 cm atau 20 x 20 cm.
Pemasukan Induk
Ikan oscar dapat
dipijahkan dengan perbandingan induk jantan dan betina 1 : 1. Jumlah induk oscar
yang akan dipijahkan, sebaiknya disesuaikan
dengan ukuran bak pemijahan 2 x 2 m dapat dimasukan induk sebanyak 4 pasang.
Proses Pemijahan
Proses pemijahan pada ikan oscar dimulai
dengan gerakan-gerakan lincah dari induk jantan untuk memikat induk betina, kemudian
kedua induk akan mencari tempat yang dianggap cocok dan membersihkannya. Setelah
itu, induk betina akan mulai mengeluarkan telurnya di permukaan substrat, dan induk
jantan akan langsung mengeluarkan spermanya untuk membuahi telur-telur tersebut.
Telur-telur hasil pemijahan tadi, akan
dijaga oleh kedua induk, akan tetapi sering pula terjadi induk oscar memakan telur-telurnya
kembali karena ia kekurangan makanan. Oleh karena itu untuk mencegah hal itu terjadi,
maka sebaiknya telur-telur tadi kita pindahkan ke tempat lain untuk ditetaskan.
Penetasan Telur
Telur-telur hasil pemijahan sebaiknya
di tetaskan di dalam wadah terpisah dengan bak pemijahan. Wadah yang biasa digunakan
adalah akuarium yang diisi air setinggi 6-8 cm. Akuarium tersebut kita tempatkan
pada tempat yang terlindung dari hujan dan panas yang berlebihan. Akuarium penetasan
sebaiknya di aerasi untuk memenuhi kebutuhan oksigen terlarut bagi telur.
Gelembung udara yang dihasilkan oleh aerator
jangan terlalu besar, hal ini bertujuan agar telur tidak terganggu.
Dalam waktu 3 hari, telur-telur yang kita
tetaskan biasanya sudah mulai menetas. Larva ikan oscar tidak langsung kita beri
makan, karena ia masih memiliki kantung kuning telur sebagai sumber makanannya.
Pada umur 4 hari benih sudah mulai diberi makanan alami berupa kutu air. Benih yang
dapat dihasilkan dari sepasang induk adalah 1000-3000 ekor.
Perawatan
Larva yang telah menetas selanjutnya kita
pelihara di dalam akuarium penetasan sampai berumur 1 bulan. Selama pemeliharaan,
ketinggian air dalam akuarium ditingkatkan secara bertahap setiap 7 hari sekali
yaitu dari 6 cm menjadi 10 cm, 15 cm dan 20 cm.
Setelah berumur 1 bulan, benih-benih tersebut
kita pelihara dalam bak berukuran 4 m2 dengan kepadatan 250 ekor per
m2. Selama pemeliharaan, benih di beri makanan berupa kutu air ataupun
cacing sutera. Makanan diberikan sebanyak 2-3 kali sehari secara adlibitum.
Sumber:
http://www.sejujurnya.com/2016/11/jenis-ikan-hias-air-tawar-aquarium.html

ConversionConversion EmoticonEmoticon