Cara Budidaya Pembenihan Platy Koral


Mengenal Platy Koral

Platy koral merupakan salah satu ikan hias air tawar yang populer dan mudah dibudidayakan. Bentuk tubuhnya cenderung bulat, ukurannya kecil dan memberikan kesan lucu. Warna dasar badannya kekuningan dan coklat, ada juga yang berwarna merah menyala dengan kombinasi bintik-bitik dan lurik pada sebagian atau seluruh tubuhnya.
Ikan hias air tawar: Platy Koral
Ikan ini berkembangbiak sepanjang tahun dan tidak mengenal musim. Cara pemeliharaannya mudah dan tidak memerlukan perlakuan khusus, hal ini dikarenakan ikan Platy Koral mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Platy Koral merupakan jenis ikan pendamai dan dapat dicampur dengan ikan jenis lainnya di dalam akuarium dan aquascape.

Platy Koral termasuk jenis ikan ovovivipar, dapat diproduksi secara masal di bak beton, maupun di akuarium. Dalam usaha pembenihan, ikan ini mempunyai kebiasaan buruk suka memakan anak-anaknya sendiri yang masih kecil jika kekurangan pakan. Untuk itu, agar hasil pembenihan dapat maksimal, maka harus dilakukan perlindungan terhadap benih.

Morfologi dan Habitan Platy Koral

Ikan ini mempunyai warna dasar merah menyala, kekuningan atau coklat dengan satu atau lebih bintik hitam pada batang ekor. Pada badannya terkadang dilewati dua atau lima buah garis melintang yang terlihat samar-samar. Mulutnya terletak diujung moncong (terminal). Bentuk badannya jika dilihat dari belakang atau dari depan, pipih kesamping (compressed). Dengan mulut yang berbentuk runcing dan ekor yang berbentuk membulat.

Pada gonopodiumnya tidak terdapat jangkar seperti halnya platy pedang, demikian juga ekornya tidak dihiasi dengan pedang. Sirip punggung berbentuk biasa saja, membulat. Sirip dada, perut, ekor tidak berwarna, transparan. Pada batang ekor kadang-kadang pinggirannya berwarna biru atau kehijauan.

Di alam aslinya Platy Koral banyak sekali ditemukan pada kolom air, rawa payau, dan beberapa perairan tergenang lainnya. Di akuarium, ikan ini dapat hidup damai bersama kawanan ikan lainnya. Agar ikan tersebut dapat hidup aman dan damai, sebaiknya di akaurium ditambahkan tanaman air dasar seperti Hydrilla dan tanaman yang mangapung seperti enceng gondok. Salah satu fungsi dari tanaman tersebut adalah sebagai tempat persembunyian anak-anak Platy Koral dari sergapan induknya. Suhu yang di senangi ikan ini antara 20 sampai 28 derajat celcius.

Klasifikasi

Platy Koral merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Phyllum           : Chordata
Sub Phyllum    : Vertebrata
Class                : Pisces
Sub Class         : Teleostei
Ordo                : Cyprinodontoidei
Sub Ordo         : Poecilioidei
Famili              : Poecilidae
Sub Famili       : Poecilinae
Genus              : Xyphophorus
Spesies            : Xyphophorus maculatus
Asal                 : Mexico hingga Guatemala
Nama Inggris  : Platy

Persiapan Sarana Pemijahan

Pemijahan Platy Koral dapat dilakukan pada bak semen dengan ukuran minimal 1x2 M2 dan dengan ketinggian air 30-40 cm. Adapun jika jumlah induk yang akan dipijahkan tidak terlalu banyak, maka pemijahan dapat dilakukan di dalam akuarium dengan berbagai ukuran.

Sumber air bisa berasal dari sumur ataupun dari saluran irigasi. Kualitas air disarankan pada pH 7-8 dengan tingkat kesadahan sedang. Sedangkan suhu optimal berkisar antara 25-270 C. Tempat pemijahan harus dilengkapi dengan tumbuhan air berupa hydrilla atau enceng gondok agar benih ikan dapat berlindung.

Pemilihan Induk

Perbedaan antara induk jantan dan betina dapat dilihat dari alat kelamin utama. Induk jantan mempunyai gonopodium, sedangkan induk betina tidak ada dan hanya berbentuk semacam lubang. Secara kasat mata, induk harus terlihat sehat dan tidak tertempeli parasit, warna merahnya cerah dan tidak kusam, badannya tidak kurus dan gerakannya lincah.

Platy Koral sudah mulai bisa dipijahkan pada umur 5-6 bulan. Induk jantan dipilih yang berukuran minimal 2 cm sedangkan induk betina berukuran minimal 1,5 cm. Adapun secara rinci, ciri-ciri induk Platy Koral adalah sebagai berikut:

a. Induk jantan:
  • Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
  • Tubuhnya rampaing.
  • Warnanya lebih cerah.
  • Sirip punggung lebih panjang.
  • Kepalanya besar.

b. Induk betina:
  • Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
  • Tubuhnya gemuk.
  • Warnanya kurang cerah.
  • Sirip punggung biasa.
  • Kepalanya agak runcing.

Proses Pemijahan Induk

Bak pemijahan dengan ukuran 1x2 M2 di isi air dengan ketinggian 30-40 cm, kemudian tambahkan tumbuhan air berupa Hydrilla atau enceng gondok hingga menutupi setengah dari permukaan air kolam. Untuk bak pemijahan dengan ukuran 1x2 M2 dapat dimasukkan induk betina sebanyak 60-70 ekor dan induk jantan sebanyak 15-20 ekor.

Anak-anak Platy Koral akan terlihat setelah beberapa hari sejak induk dilepaskan ke dalam bak pemijahan. Pengecekan terhadap keberadaan larva Platy Koral sebaiknya dilakukan setiap hari dengan cara menyingkap dan membuka tumbuhan air. Jika larva Platy Koral sudah terlihat maka harus segera pindahkan ke bak/ kolam pendederan agar tidak dimakan oleh induknya. Agar kanibalisme dapat diminimalisir, maka induk Platy Koral harus diberikan makanan yang cukup serta bergizi.

Setelah melahirkan seluruh anak yang dikandungnya, induk Platy Koral akan kembali kawin dan beranak dalam jarak 30 hari (1 bulan). Dari seekor induk betina akan dilahirkan sekitar 30-50 ekor anak.

Pemeliharaan Benih

Benih pada bak pendederan pertama kali diberikan pakan berbentuk tepung halus, minimal 2 kali sehari. Setelah berumur 3 minggu, benih Platy Koral sudah mulai bisa diberikan pakan hidup berupa kutu air ataupun cacing sutera hingga siap untuk dipanen.

Pemeliharaan benih Platy Koral dapat dilakukan di bak dengan ukuran 2x3 M2 dengan kepadatan 4000-5000 ekor benih. Lama pemeliharaan sampai ukuran siap panen bisa mecapai 1,5 – 2 bulan. Karena waktu tebar yang kemungkinan tidak bersamaan, maka ukuran benih juga tidak seragam. Oleh karena itu, benih dapat dikelompokkan menjadi dua ukuran yaitu ukuran kecil dan ukuran besar.

Selama pemeliharaan benih, tidak perlu dilakukan pergantian air. Kalaupun harus mengganti air, cukup dibuang 2/3 bagian saja, kemudian di isi dengan air yang baru.

Referensi:
http://penyuluhankelautanperikanan.blogspot.com/2015/01/budidaya-ikan-platy-koral.html
http://ternakhe.blogspot.com/2015/10/cara-budidaya-dan-ternak-ikan-platy.html
Previous
Next Post »

MarisaFood

MarisaFood
Produsen Olahan Ikan Air Tawar