Mengenal Platy Koral
Platy koral
merupakan salah satu ikan hias air tawar yang populer dan mudah dibudidayakan.
Bentuk tubuhnya cenderung bulat, ukurannya kecil dan memberikan kesan lucu.
Warna dasar badannya kekuningan dan coklat, ada juga yang berwarna merah
menyala dengan kombinasi bintik-bitik dan lurik pada sebagian atau seluruh
tubuhnya.
![]() |
| Ikan hias air tawar: Platy Koral |
Platy Koral
termasuk jenis ikan ovovivipar, dapat diproduksi secara masal di bak beton,
maupun di akuarium. Dalam usaha pembenihan, ikan ini mempunyai kebiasaan buruk
suka memakan anak-anaknya sendiri yang masih kecil jika kekurangan pakan. Untuk
itu, agar hasil pembenihan dapat maksimal, maka harus dilakukan perlindungan
terhadap benih.
Morfologi dan Habitan Platy Koral
Ikan ini
mempunyai warna dasar merah menyala, kekuningan atau coklat dengan satu atau
lebih bintik hitam pada batang ekor. Pada badannya terkadang dilewati dua atau
lima buah garis melintang yang terlihat samar-samar. Mulutnya terletak diujung
moncong (terminal). Bentuk badannya
jika dilihat dari belakang atau dari depan, pipih kesamping (compressed). Dengan mulut yang berbentuk
runcing dan ekor yang berbentuk membulat.
Pada
gonopodiumnya tidak terdapat jangkar seperti halnya platy pedang, demikian juga
ekornya tidak dihiasi dengan pedang. Sirip punggung berbentuk biasa saja,
membulat. Sirip dada, perut, ekor tidak berwarna, transparan. Pada batang ekor
kadang-kadang pinggirannya berwarna biru atau kehijauan.
Di alam
aslinya Platy Koral banyak sekali ditemukan pada kolom air, rawa payau, dan
beberapa perairan tergenang lainnya. Di akuarium, ikan ini dapat hidup damai
bersama kawanan ikan lainnya. Agar ikan tersebut dapat hidup aman dan damai,
sebaiknya di akaurium ditambahkan tanaman air dasar seperti Hydrilla dan
tanaman yang mangapung seperti enceng gondok. Salah satu fungsi dari tanaman
tersebut adalah sebagai tempat persembunyian anak-anak Platy Koral dari
sergapan induknya. Suhu yang di senangi ikan ini antara 20 sampai 28 derajat celcius.
Klasifikasi
Platy Koral
merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
Phyllum
: Chordata
Sub
Phyllum : Vertebrata
Class
: Pisces
Sub
Class : Teleostei
Ordo
: Cyprinodontoidei
Sub
Ordo : Poecilioidei
Famili
: Poecilidae
Sub
Famili : Poecilinae
Genus
: Xyphophorus
Spesies : Xyphophorus
maculatus
Asal
:
Mexico hingga Guatemala
Nama Inggris
: Platy
Persiapan Sarana Pemijahan
Pemijahan
Platy Koral dapat dilakukan pada bak semen dengan ukuran minimal 1x2 M2 dan dengan
ketinggian air 30-40 cm. Adapun jika jumlah induk yang akan dipijahkan tidak
terlalu banyak, maka pemijahan dapat dilakukan di dalam akuarium dengan
berbagai ukuran.
Sumber air
bisa berasal dari sumur ataupun dari saluran irigasi. Kualitas air disarankan
pada pH 7-8 dengan tingkat kesadahan sedang. Sedangkan suhu optimal berkisar
antara 25-270 C. Tempat pemijahan harus dilengkapi dengan tumbuhan
air berupa hydrilla atau enceng
gondok agar benih ikan dapat berlindung.
Pemilihan Induk
Perbedaan
antara induk jantan dan betina dapat dilihat dari alat kelamin utama. Induk
jantan mempunyai gonopodium, sedangkan induk betina tidak ada dan hanya
berbentuk semacam lubang. Secara kasat mata, induk harus terlihat sehat dan
tidak tertempeli parasit, warna merahnya cerah dan tidak kusam, badannya tidak
kurus dan gerakannya lincah.
Platy Koral
sudah mulai bisa dipijahkan pada umur 5-6 bulan. Induk jantan dipilih yang
berukuran minimal 2 cm sedangkan induk betina berukuran minimal 1,5 cm. Adapun
secara rinci, ciri-ciri induk Platy Koral adalah sebagai berikut:
a. Induk jantan:
- Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
- Tubuhnya rampaing.
- Warnanya lebih cerah.
- Sirip punggung lebih panjang.
- Kepalanya besar.
b. Induk betina:
- Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
- Tubuhnya gemuk.
- Warnanya kurang cerah.
- Sirip punggung biasa.
- Kepalanya agak runcing.
Proses Pemijahan Induk
Bak
pemijahan dengan ukuran 1x2 M2 di isi air dengan ketinggian 30-40 cm, kemudian
tambahkan tumbuhan air berupa Hydrilla atau enceng gondok hingga menutupi
setengah dari permukaan air kolam. Untuk bak pemijahan dengan ukuran 1x2 M2
dapat dimasukkan induk betina sebanyak 60-70 ekor dan induk jantan sebanyak
15-20 ekor.
Anak-anak
Platy Koral akan terlihat setelah beberapa hari sejak induk dilepaskan ke dalam
bak pemijahan. Pengecekan terhadap keberadaan larva Platy Koral sebaiknya
dilakukan setiap hari dengan cara menyingkap dan membuka tumbuhan air. Jika
larva Platy Koral sudah terlihat maka harus segera pindahkan ke bak/ kolam pendederan agar
tidak dimakan oleh induknya. Agar kanibalisme dapat diminimalisir, maka induk
Platy Koral harus diberikan makanan yang cukup serta bergizi.
Setelah
melahirkan seluruh anak yang dikandungnya, induk Platy Koral akan kembali kawin
dan beranak dalam jarak 30 hari (1 bulan). Dari seekor induk betina akan
dilahirkan sekitar 30-50 ekor anak.
Pemeliharaan Benih
Benih pada
bak pendederan pertama kali diberikan pakan berbentuk tepung halus, minimal 2
kali sehari. Setelah berumur 3 minggu, benih Platy Koral sudah mulai bisa
diberikan pakan hidup berupa kutu air ataupun cacing sutera hingga siap untuk
dipanen.
Pemeliharaan
benih Platy Koral dapat dilakukan di bak dengan ukuran 2x3 M2 dengan kepadatan
4000-5000 ekor benih. Lama pemeliharaan sampai ukuran siap panen bisa mecapai
1,5 – 2 bulan. Karena waktu tebar yang kemungkinan tidak bersamaan, maka ukuran
benih juga tidak seragam. Oleh karena itu, benih dapat dikelompokkan menjadi
dua ukuran yaitu ukuran kecil dan ukuran besar.
Selama
pemeliharaan benih, tidak perlu dilakukan pergantian air. Kalaupun harus
mengganti air, cukup dibuang 2/3 bagian saja, kemudian di isi dengan air yang
baru.
Referensi:
http://penyuluhankelautanperikanan.blogspot.com/2015/01/budidaya-ikan-platy-koral.html
http://ternakhe.blogspot.com/2015/10/cara-budidaya-dan-ternak-ikan-platy.html

ConversionConversion EmoticonEmoticon