Pendahuluan
Lobster
air tawar merupakan salah satu crustacea yang bentuk tubuhnya mirip lobster namun
hidupnya di air tawar. Lobster jenis ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi. Ikan
ini mampu hidup dimanapun asalkan ada air yang mengalir serta tempat
berlindung. Lobster air tawar juga bisa
bertahan hidup selama 8 jam pada area tanpa air.
![]() |
| Lobster air tawar dewasa. www.scribd.com |
Selain
memiliki ketahanan hidup yang baik dan memiliki cita rasa yang lezat, kandungan
gizi didalamnya juga sangat banyak. Inilah salah satu alasan banyak orang
membudidayakannya. Apalagi harga jual lobster air tawar juga cukup tinggi
bergantung dari besarnya ukurannya.
Lobster
air tawar tidak hanya ikan konsumsi, tetapi bisa juga dijadikan ikan hiasan di
dalam akuarium sebagai udang hias, lobster memiliki ciri khas yang tidak
ditemukan pada ikan hias. Selain bentuk tubuh yang unik, lobster air tawar yang
memiliki warna khas dan beragam.
Lobster
air tawar merupakan salah satu genus dari famili parastacidae yang mulai
dikembangkan untuk budidaya di Indonesia sejak tahun 2000. Di beberapa negara,
seperti Australia, Amerika Serikat, Inggris, Cina, Kostarika, Ekuador, Fiji,
Guatemala, Israel, Meksiko, Afrika Selatan, Dan Taiwan, budidaya lobster telah
dilakukan sejak tahun 1980. Di Indonesia, berbagai kajian ilmiah menunjukkan
permintaan pasar terhadap lobster air tawar berkuran 5-10 cm relatif tinggi.
Habitat
asli lobster air tawar adalah di sungai dan di rawa-rawa serta danau. Namun
demikian, banyak sarana yang dapat digunakan sebagai media budidaya. Pada
umumnya lobster air tawar dibudidayakan secara ekstensifdi kolam tanah. Pada
budidaya secara ekstensif petani hanya menaruh indukan pada kolam tersebut,
kemudian pada perode tertentu kolam tersebut dikeringkan dan lobster yang sudah
memenuhi ukuran komersial akan dijual dan sisanya akan dikembelikan ke kolam
tanah tersebut.
Pada
budidaya secara intensif, pakan tambahan diberikan ke dalam kolam budidaya baik
berupa sayur sayuran maupun pakan komersil. Budidaya secara intensif memberikan
hasil yang lebih baik dibandingkan secara ekstensif. Wadah budidaya yang biasa
diguakan adalah kolam semen atau kolam fiber (tank). Kolam semen dan kolam
fiber ini banyak digunakan untuk membesarkan burayak sampai ukuran sekitar 5 cm.
Di Indonesia budidaya lobster air tawar banyak dilakukan dalam sekala perumahan
terutama pada segmen pembenihan.
Secara fisik
lobster air tawar memiliki warna dasar yang beragam atau variatif. Dari segi
teknis, lobster air tawar dapat dipelihara di air tawar yang tidak selalu
jernih dengan berbagai variasi wadah. Jenis pakannya pun relatif banyak dan
mudah diperoleh.Hal yang menarik adalah lobster dikenal memiliki sifat
pengembara yang tinggi, warna pada tubuh lobster berkilau, terutama jika
terkena cahaya.
Klasifikasi
Lobster Air Tawar
Lobster
air tawar termasuk dalam kelas crustacea dengan ordo decapoda. Pada dasarnya
terdapat famili atau keluarga besar lobster air tawar. Berikut ini klasifikasi lobster
air tawar dari genus cherax yang biasa dibudidayakan oleh pembdidaya di
Indonesia:
Filum : Arthrapoda
Kelas : Crustacea
Sub kelas :
Malacostraca
Ordo : Decapoda
Famili : Parastacidae
Genus : Cherax
Spesies :
Cherax quadricarinatus
Cherax
destruktor
Cherax
lorentz
Cherax
cairnsensis
Habitat
dan Penyebarannya
Lobster
air tawar yang berasal dari famili astacidae, combaridae, dan parastacidae
menyebar di semua benua, kecuali Afrika dan Antartika. Lobster air tawar
astacidae dan cambaridae tersebar dibelahan dunia utara, sedangkan parastacidae
menyebar di dunia bagian selatan, seperti Australia, Indonesia bagian timur, Selandia
Baru, dan Papua Nugini. Habitat alam lobster air tawar adalah danau, rawa, atau
sungai yang berlokasi di daerah pegunungan.
Morfologi Lobster
Air Tawar
Tubuh
lobster terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian depan dan bagian belakang.
Bagian depan disebut kepala dan bagian belakang disebut badan. Dilihat dari
organ tubuh lobster air tawar memiliki beberapa alat pelengkap yaitu:
- Sepasang antena yang berperan sebagai perasa dan peraba terhadap pakan dan kondisi lingkungan.
- Sepasang antanela untuk mencium pakan, 1 mulut, dan sepasang capit yang lebar dengan ukuran lebih panjang dibandingkan dengan ruas dasar capitnya.
- Enam ruas badan agak memipih dengan lebar badan rata-rata hampir sama dengan lebar kepala.
- Ekor. Satu ekor tengah memipih, sedikit lebar dan dilengkapi duri-duri halus, serta dua pasang ekor samping.
- Enam pasang kaki renang
- Empat pasang kaki jalan.
Jenis dan
Pola Makan
Lobster
air tawar biasanya aktif mencari makan pada malam hari. Lobster air tawar
termasuk pemakan segala. Bahan-bahan makanan dari hewani dan nabati sangat
disukainya. Lobster menyukai cacing-cacingan dan pakan buatan.
Lobster
termasuk jenis hewan yang tidak rakus. Kebutuhan pakan lobster sebenarnya
sangat sedikit, yaitu hanya berkisar 2-3 gram per ekor lobster dewasa per
hari.Kebutuhan pakan tersebut digunakan untuk pertumbuhan, pergantian sel-sel
yang sudah rusak, dan perkembangbiakan.
Pembenihan
Lobster Air Tawar
Pemilihan Calon Induk
Pemilihan
induk sebaiknya dilakukan sejak lobster berumur 2-3 bulan. Pada umur ini
lobster mempunyai panjang tubuh 5-6 cm dengan ukuran tersebut berarti proses
pertumbuhan lobster berjalan dengan baik. Selain proses pertumbuhan, yang harus
diperhatikan dalam memilih induk yang berkualitas adalah lobster harus memilki
nafsu makan yang tinggi, gerakannya lincah, dan warna tubuhnya cerah.
Membedakan Jenis Kelamin Lobster Air Tawar.
Sebelum melakukan pembenihan, hal yang
pertama harus diketahui adalah mengetahui jenis kelamin dar lobster tersebut.
Dan cara yang paling mudah untuk dapat membedakan antara lobster jantan dan
betina adalah dengan memakai teknik visual dari atas.
![]() |
| Membedakan jenis kelamin lobster air tawar. Shampankbie.blogspot.com |
Lobster
berkelamin jantan dapat diketahui dengan cara melihat secara langsung terhadap
capik dari lobster tersebut. Jika terdapat bintik-bintik merah di
capit bagian luarnya maka dapat dipastikan itu adalah lobster berkelamin
jantan. Namun bintik-bintik merah tersebut baru akan muncul ketika lobster
berumur 3-4 bulan atau setelah lobster tersebut mempunyai ukuran sekitar 3 inc
(7 cm). Tanda merah yang terdapat pada lobster ini juga merupakan pertanda
bahwa lobster tersebut sudah siap kawin (matang gonad).
Bisa juga
dengan melihat kepada bagian kaki ke tiga dari lobster tersebut, bila lobster
tersebut jantan maka tidak akan ditemukan tonjolan, sedangkan kalau betina
mempunyai tonjolan.
Ciri dari
lobster betina adalah adanya lubang yang terdapat pada pangkal kaki ke 3 dari
bawah (ekor). Lubang tersebut adalah kelamin dari lobster betina dan tempat
dimana telur akan keluar.
Calon
induk yang sudah dipilih dipisahkan dengan lobster lain dengan memindahkannya
ke wadah lain. Pemindahan ini bertjuan untuk mempermudah pengontrolan. Dalam
pemeliharaan calon induk ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
- Wadah pemeliharaan dan kepadatan tebar
- Pengontrolan dan penyesuaian calon induk
- Pemberian pakan
- Pencegahan penyakit.
Kebiasaan Reproduksi
Perilaku
lobster air tawar yang cukup menarik untuk diamati adalah aktifitasnya saat
perkawinan hingga muncul juvenil. Tahap awal yang dilaksanakan oleh setiap
induk sebagai berikut:
- Mencari pasangan
- Melakukan percumbuan antar pasangan
- Melakukan perkawinan
- Induk betina mengerami talur
- Induk betina mengasuh benih hingga waktu tertentu.
Proses Pemijahan
Lobster Air Tawar
Gabungkan
kedua indukan lobster jantan dan betina menjadi satu dalam satu akuarium yang
mempunyai ukuran 1×0,5 meter dengan tinggi 25 cm sehingga dapat menampung
sekitar 3 lobster jantan dan 5 lobster betina.
Pada prinsipnya satu jantan lobster dapat membuahi sekitar 30 betina akan
tetapi dalam perkawinan dengan media akuarium hanya digunakan 3 lobster jantan
saja karena dalam perkawinan tersebut lobster dengan jenis kelamin betina lebih
dominan dalam menentukan pasangan yang cocok. Sehingga jika hanya terdapat 1
ekor jantan saja kemungkinan ke 5 lobster berjenis kelamin betina untuk kawin
dan bertelur semua menjadi kecil.
Kebiasaan lobster dalam melakukan
perkawinan adalah saling mencari kecocokan satu sama lain. Ketika mengawinkan
lobster ukuran tubuh dari lobster jantan tidaklah harus sama dengan ukuran
betinanya, karena pada habitat aslinya lobster jantan memiliki tubuh yang lebih
besar daripada lobster betina.
Jika media akuarium yang digunakan
untuk mengawinkan berukuran 1x 0,5 x 0,5 meter maka letakan minimum 8 buah pipa
paralon yang diameternya 2 inci dan panjang 15-20 cm. Namun apabila indukannya
berukuran 4 inci panjang dari paralon yang digunakan adalah 15 cm dan indukan
dengan ukurang mencapai 5-6 inci panjang dari paralonnya adalah 20 cm.
Dua minggu
setelah pasangan lobster disatukan dalam akuarium pemijahan biasanya sudah ada
indukan yang bertelur. Lobster yang sedang dalam masa perkawinan akan saling
berhadap-hadapan dengan membentuk sebuah formasi huruf Y.Lobster jantan akan
mengeluarkan sperma dan meletakannya di dekat pangkal ke dua kaki lobster
betina. Sperma tersebut berwarna putih, agak keras, menggumpal, dan larut ke
air.
Setelah
masa pembuahan oleh telah selesai maka induk betina akan menyingkir dari induk jantan
sampai sedikit demi sedikit mengeluarkan telurnya dari lubang pangkal kaki ke 3
melewati sperma lalu turun ke abdomennya( ekor). Telur dikumpulkan pada
abdomennya dan ekornya akan menutup rapat telur tersebut selama seminggu
pertama.
Pemindahan
Induk Yang Telah Bertelur
Induk
betina yang telah mengeluarkan telur harus dipindahkan ke wadah lain agar
telurnya menetas. Pemindahan ini bertujuan untuk mencegah dimakannya telur-telur
oleh induk jantan atau induk betina yang lain, karena pada dasarnya lobster air
tawar adalah binatang yang memiliki sifat kanibal.
Penetasan
Telur
Telur-telur
yang dikeluarkan induk lobster akan menetas setelah sekitar 1 bulan. Benih-benih
akan lepas dari induknya setelah 4-5 hari sejak menetas.
Pemanenan
Pemanenan
dilakukan setelah benih berumur 1-1,5 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara
menyipon air dan kemudian benih ditangkap dengan menggunakan scop net.
Mengatasi
Hama Dan Penyakit
Lobster air
tawar cukup tahan terhadap penyakit. Namun, bukan berarti lobster tidak akan
terserang penyakit. Penyakit lobster pada umumnya dapat disebabkan oleh
protozoa, bakteri, jamur, atau virus. Salah satu penyebab penyakit dapat masuk
ke dalam akuarium dan menyerang lobster melalui pakan yang tidak bersih dan air
yang digunakan kotor. Pakan cacing yang tidak di cuci bersih dan langsung
diberikan pada lobster dapat saja mengandung bibit penyakit.
Parasit
yang sering mengganggu lobster adalah lumut. Cara pencegahannya adalah dengan
menggunakan daun ketapang dengan cara mengambil daun ketapang sebanyak 6-10
lembar yang sudah kering atau yang sudah dijemur kemudian ditebar ke dalam
akuarium.
Referensi:
Wiyanto,
RH dan Hartono, Rudi. 2003. Lobster Air Tawar Pembenihan dan Pembesaran, Jakarta.
Agomedia Pustaka
http://www.faunadanflora.com/cara-budidaya-lobster-air-tawar-yang-mudah-bagi-pemula/


ConversionConversion EmoticonEmoticon