Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung mengakibatkan terpuruknya kondisi ekonomi Indonesia. Usaha perikanan, khususnya budidaya ikan konsumsi termasuk yang merasakan dampaknya. Seperti yang terjadi di Kelompok Pembudidaya Ikan “Ulam Sari” Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Sepinya permintaan benih ikan konsumsi, menyebabkan separuh dari sekitar 80 kolam terpal kosong tidak berproduksi. Pendapatan anggota kelompok rata-rata menurun hingga 60%.
![]() |
| Ikan Hias Rasbora Galaxy |
Berbeda dengan permintaan benih ikan konsumsi yang menurun tajam, penjualan ikan hias justru mengalami peningkatan. Salah satunya adalah ikan hias Rasbora Galaxy yang telah dikembangkan di desa Bojongsari sejak tahun 2018.
Permintaan Rasbora Galaxy yang terus meningkat menjadi peluang bagi kelompok untuk ikut mengembangkannya. Memanfaatkan kekosongan kolam, beberapa anggota telah mencoba dan mulai memetik hasilnya.
Pemijahan Rasbora Galaxy
Perkembangbiakan Rasbora Galaxy dilakukan secara masal dalam wadah akuarium. Sebanyak 50 ekor induk Rasbora Galaxy yang siap memijah, dimasukkan akuarium yang telah dipasang selter sebagai tempat bertelur. Perbandingan jantan dan betina adalah 2:3 ekor.
Akuarium pemijahan yang berisi 30 induk betina dapat menghasilkan telur sebanyak 750-1000 butir setiap bulannya. Sesuai dengan pendapat Setiyo (2019), bahwa induk betina mampu memproduksi telur sebanyak 25-30 butir selama periode 3-4 minggu.
Teknik Pemeliharaan Larva
Telur Rasbora Galaxy harus segera dipindahkan ke wadah khusus untuk proses penetasan. Telur akan mulai menetas dalam waktu 2-3 hari. Selama proses penetasan, air dalam wadah harus diganti setiap hari untuk menjaga kebersihannya.
Pemindahan larva ke kolam pendederan dilakukan saat cadangan makanannya telah habis. Pendederan Rasbora Galaxy dilakukan di kolam terpal berukuran 2x4 m2 dengan ketinggian air 30-40 cm. Menurut Robert (2018), padat tebar yang direkomendasikan adalah 500 ekor/ m2 atau sebanyak 4000 ekor/ kolam.
Selama pemeliharaan, larva diberikan pakan secara ad libitum. Dua jenis pakan yang diberikan adalah microworm yang diberikan selama tiga minggu pertama, dan cacing sutra yang diberikan setelahnya sampai panen.
Benih Rasbora Galaxy dipanen setelah dipelihara selama 2 bulan dan dijual dengan harga 1.000 rupiah per ekor. Tingkat Kelulushidupan (SR) selama budidaya berada pada kisaran 80% sehingga dari satu kolam pendederan dapat dipanen sebanyak 3.200 ekor dengan nilai Rp 3.200.000,-.
Manajemen Kualitas Air dan Pengendalian Hama Penyakit
Suhu optimum untuk pemeliharaan Rasbora Galaxy adalah 22-26 derajat Celsius, dengan pH sekitar 6,5-7,5 (Robert, 2018). Selama pemeliharaan, pergantian air dan penyiponan dilakukan setiap minggu. Prosentase pergantian air antara 30-40%.
Penyakit utama yang menyerang ikan hias ini adalah Saprolegniasis. Pengendaliannya dengan perendaman menggunakan garam sebanyak 3 ppm. Adapun hama utama yang mengakibatkan SR rendah adalah larva capung, Cybister dan kelelawar. Pengendalian hama ini cukup dengan cara menutup rapat kolam menggunakan waring.
Usaha yang Menjanjikan dimasa Pandemi
Modal utama yang dikeluarkan untuk pendederan Rasbora Galaxy dalam satu unit kolam adalah pembelian larva (4000 ekor x 150 = Rp 600.000,-), pakan microworm (1 paket = Rp 100.000), cacing sutra (48 gelas x 12000 = Rp 576.000,-). Sehingga jumlah pengeluaran total adalah Rp 1.276.000,-.
Setelah dikurangi pengeluaran, keuntungan bersih yang diperoleh sebanyak Rp 1.924.000,-. Nilai ini adalah untuk pendederan pada satu unit kolam selama 2 bulan. Berdasarkan fakta tersebut, pendederan Rasbora Galaxy di kolam terpal menjadi pilihan yang tepat dalam meningkatkan pendapatan pembudidaya di masa pandemi.
Pernah dipublikasikan pada koran Jateng Pos Edisi 13 Desember 2020 (Rubrik Artikel Ilmiah Populer)

ConversionConversion EmoticonEmoticon