Pendahuluan
Ikan air tawar, baik yang dipelihara sebagai ikan budidaya
maupun yang hidup pada alam bebas tetap membutuhkan pakan alami untuk
pertumbuhannya. Pakan alami dibutuhkan terutama pada ikan yang masih kecil. Setelah
menetas dan cadangan makanannya habis, untuk bertahan hidup ikan-ikan kecil ini
segera membutuhkan makanan alami yang terdapat di dalam perairan. Oleh karena
itu, jika disebuah perairan miskin akan pakan alami biasanya akan jarang
terdapat ikan yang hidup didalamnya.
Pakan alami dibutuhkan selain untuk memenuhi kebutuhan
nutrisi dari benih ikan, juga karena dari ukurannya yang kecil sehingga sesuai
dengan bukaan mulut benih ikan. Secara umum, pakan alami yang biasa disebut
dengan plankton merupakan organisme mikro yang hidup di dalam air. Berdasarkan
wujudnya, plankton dibedakan menjadi dua macam yaitu phytoplankton yang berwujud tumbuh-tumbuhan dan zooplankton
yang berwujud hewan.
Phytoplankton
Phytoplankton
adalah organisme air yang berukuran kecil yang melayang-layang mengikuti
pergerakan air dan berupa jasad nabati. Ukurannya sangat kecil, tidak
dapat dilihat dengan mata telanjang. Ukuran yang paling umum berkisar
antara 2 – 200 µm (1 µm = 0,001 mm). Umumnya berupa individu bersel
tunggal, tetapi ada juga yang membentuk rantai. Meskipun ukurannya sangat
halus namun bila mereka tumbuh sangat lebat dan padat bisa menyebabkan
perubahan pada warna air. Phytoplankton merupakan jenis plankton yang
umumnya beraktifitas pada pagi hingga siang hari. Hal ini dikarenakan phytoplankton merupakan jenis tumbuhan
mikroskopis yang dapat berfotosintesis.
Zooplankton
Zooplankton, disebut juga plankton hewani, hewan yang
hidupnya mengapung, atau melayang dalam perairan. Kemampuan renangnya
sangat terbatas hingga keberadaannya sangat ditentukan kemana arus
membawanya. Zooplankton bersifat heterotrofik sehingga untuk kelangsungan
hidupnya ia sangat bergantung pada bahan organik dari fitoplankton yang menjadi
makanannya. Jadi zooplankton lebih berfungsi sebagai konsumen (consumer) bahan
organik.
Secara umum, jenis pakan alami yang berprotein tinggi dan
lazim digunakan untuk pakan alami ikan air tawar adalah sebagai berikut:
1. Infusoria
Infusoria merupakan jenis protozoa yang biasa hidup di
permukaan air pada lingkungan perairan yang tergenang dan tidak mempunyai arus
seperti kolam, sawah, dan rawa-rawa, dan perairan tergenang lainnya. Infusoria sangat
cocok dijadikan sebagai makanan utama untuk ikan-ikan yang masih burayak.
Ukurannya yang kecil dansangat lembut membuat burayak ikan tidak
kesulitan untuk mencernanya.
![]() |
| Gambar: Infusoria |
2. Rotifera
Rotifera termasuk dalam kelas udang-udangan kecil yang
mempunyai ukuran 50-300 mikron. Secara umum rotifera berbentuk memanjang,
tubuhnya mempunyai korona berbentuk bulat dan berambut getar. Ikan-ikan
biasanya menyukai rotifera karena baunya yang khas dan menyengat. Di Indonesia
jenis rotifera yang sering dijumpai adalah dari golongan Branchionus.
3. Moina
Dikalangan pembudidaya, moina dikenal sebagai kutu air.
Bentuknya agak bulat, berdiameter sekitar 0,9-1,8 mm dan berwarna
kemerah-merahan. Tempat tinggal yang paling disukai oleh moina yaitu perairan
yang tercemar oleh bahan organik seperti kolam dan rawa-rawa. Terkadang moina
juga terlihat di perairan yang banyak terdapat kotoran hewan dan sisa pelapukan
kayu. Moina mempunyai gizi yang lengkap untuk pertubuhan ikan.
Perkembangbiakan Moina dapat dilakukan melalui dua cara,
yaitu secara asexual atau parthenogenesis
(melakukan penetasan telur tanpa dibuahi) dan secara sexual (melakukan
penetasan telur dengan melakukan perkawinan/pembuahan terlebih dahulu). Pada
kondisi perairan yang tidak menguntungkan, individu betina menghasilkan telur
istirahat atau ephipium yang akan segera menetas pada saat kondisi perairan
sudah baik kembali.
Siklus hidup moina dari mulai menetas, menjadi dewasa dan
bertelur hingga mati berkisar selama 13 hari. Moina akan mulai bertelur dan
beranak pada umur 4 hari dengan siklus sekitar 1,25 hari. Tumbuh dengan baik
pada perairan dengan suhu antara 14-30oC dan pH antara 6,5-9.
4. Daphnia
Daphnia mempunyai bentuk tubuh lonjong, agak pipih dan
beruas-ruas yang tidak terlihat. Pada kepala bagian bawah terdapat moncong yang
bulat dan tumbuh lima pasang alat tambahan. Alat tambahan pertama disebut antennula,
sedangkan yang ke dua disebut antenna yang mempunyai fungsi pokok sebagai alat
gerak. Tiga lainnya merupakan alat tambahan pada bagian mulut.
Tidak seperti moina, daphnia lebih suka hidup pada perairan
yang bersih sehingga sangat cocok dijadikan sebagai pakan ikan yang baik dan
sehat.
![]() |
| Gambar: Daphnia |
5. Cacing sutera
Cacing sutera (tubifex)
biasa disebut juga dengan istilah cacing rambut. Ukuran cacing ini sangat
kecil, tekstur permukaannya halus, dan berwarna kemerah-merahan. Rata-rata
panjang tubuh cacing sutera berkisar antara 1-3 cm. Biasanya cacing sutera
hidup secara koloni di perairan yang jernih, tetapi banyak mengandung unsur
organik.
Sumber:
https://farming.id/mengenal-pakan-ikan-alami-ikan/
http://www.bibitikan.net/fitoplankton-sebagai-pakan-alami-budidaya-ikan-air-tawar/


ConversionConversion EmoticonEmoticon