Persyaratan Kualitas Air Untuk Budidaya Ikan Air Tawar

Pendahuluan

Secara umum persyaratan kualitas air kolam untuk budidaya ikan terdiri dari persyaratan fisika dan kimia. Akan tetapi, biasanya untuk budidaya ikan air tawar persyaratan kimia fisika air kolam akan lebih sederhana dan tidak sekompleks pada budidaya ait payau ataupun laut.

Persyaratan parameter kimia dan fisika air kolam (budidaya air tawar) pada umumnya hanya mencakup temperatur, dissolved oxygen (DO), pH, kesadahan air (hardness), dan kekeruhan (turbidity).

Temperatur

Temperatur air kolam pada budidaya ikan air tawar dapat berkisar antara 15-28 derajat Celcius. Adapun temperatur yang optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan adalah antara 18-25 derajat Ceslcius. Saat temperatur air lebih kecil dari 15 derajat Celcius ataupun diatas 29 derajat Celcius, ikan akan menghentikan proses metabolismenya. Ikan-ikan akan berhenti makan dan akan berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhannya.

Temperatur air kolam pada usaha budidaya ikan air tawar dipengaruhi oleh musim (kemarau dan penghujan) dan waktu (siang dan malam).

Dissolved Oxygen (DO)

Air kolam sebaiknya berada dalam kondisi 100% jenuh oksigen (kira-kira 5 ppm). Tingkat kejenuhan oksigen dipengaruhi oleh temperatur. Semakin tinggi temperatur air, maka kadar oksigen akan semakin berkurang. Selain dipengaruhi oleh suhu, kadar oksigen terlarut dalam air juga dipengaruhi oleh pencampuran lapisan air atas dan bawah. Jika pencampuran air atas dan bahwa tidak sempurna maka kadar oksigen akan rendah. Jika lapisan atas temperaturnya naik, maka ikan akan cenderung tinggal dilapisan bawah.

Dekomposisi bahan organik di dalam kolam juga berpengaruh terhadap oksigen terlarut. Aktifitas dekomposisi yang tinggi karena banyaknya kotoran dan sisa pakan akan mengurangi jumlah oksigen terlarut di dalam kolam karena aktifitas bakteri aerob yang menggunakan oksigen. Selain itu, jumlah algae dan plankton yang terlalu padat di dalam kolam juga akan mempengaruhi penurunan oksigen terlarut. Ion-ion logam, antara lain besi dan Cu selain merupakan racun bagi ikan juga akan berkontribusi mengurangi kadar oksigen terlarut di dalam kolam.

Pegelolaan dan manajemen yang baik terhadap lumpur dan kotoran yang mengendap di dasar kolam akan sangat berpengaruh terhadap kandungan oksigen terlarut di dalam kolam. Dengan pengelolaan yang baik yaitu penyiponan dan pengeluaran lumpur dasar kolam secara  teratur, monitoring penggunaan pakan agar tidak over-feeding, serta pengaturan pemasukan air dengan melakukan penyaringan akan sangat berpengaruh terhadap kadar oksigen terlarut dalam kolam.

pH dan Kesadahan Air

Ikan air tawar pada umumnya tidak menghendaki air yang mengandung CaCO3, sebaliknya untuk udang justru memerlukan tingkat kesadahan CaCO3 hingga 50 ppm.
pH meter digital berbentuk pen yang simpel.
pH air optimal bagi hampir setiap organisme air tawar adalah 6,5-8. Untuk mengukur pH air dapat digunakan test kit pH ataupun alat ukur pH digital yang lebih praktis. Tanah yang asam akan menyebabkan pH air juga menjadi asam. Biasanya hal ini terjadi karena tanah kekurangan elemen-elemen dasar terutama Ca. Air yang terlalu asam akan menghambat produktifitas plankton karena asimilasinya terhambat, pH rendah juga akan menyebabkan terjadinya penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Untuk mengantisipasi pH dan kadar CaCO3 rendah di dalam kolam, dapat dilakukan dengan melakukan pengapuran menggunakan kapur pertanian dengan dosis tertentu. Hal ini dikarenakan dosis yang terlalu tinggi akan menaikkan nilai pH hingga diatas 8.

Kecerahan dan Kekeruhan air (Turbidity)

Bagi ikan, air yang jernih sebenarnya bukan suatu keharusan. Sebab pada kenyataannya berbagai jenis ikan dapat tumbuh baik pada air yang berlumpur.

Kecerahan dan kekeruhan air dalam suatu perairan dipengaruhi oleh jumlah cahaya matahari yang masuk ke dalam perairan atau disebut juga dengan intensitas cahaya matahari. Cahaya matahari di dalam air berfungsi terutama untuk kegiatan asimilasi fito/ tanaman di dalam air,. Oleh karena itu, daya tembus cahaya ke dalam air sangat menentukan tingkat kesuburan air.

Dengan diketahuinya intensitas cahaya pada berbagai kedalaman tertentu, kita dapat mengetahui sampai di manakah masih ada kemungkinan terjadinya proses asimilasi di dalam air. Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan dan pengukuran cahaya sinar matahari di dalam air dapat dilakukan dengan menggunakan lempengan/kepingan Secchi disk.

Satuan untuk nilai kecerahan dari suatu perairan dengan alat tersebut adalah satuan meter. Jumlah cahaya yang diterima oleh phytoplankton diperairan asli bergantung pada intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam permukaan air dan daya perambatan cahaya di dalam air. Masuknya cahaya matahari ke dalam air dipengaruhi juga oleh kekeruhan air (turbidity).

Sedangkan kekeruhan menggambarkan tentang sifat optik yang ditentukan berdasarkan banyaknya cahaya yang diserap dan dipancarkan oleh bahan-bahan yang terdapat di dalam perairan.

Definisi yang sangat mudah adalah kekeruhan merupakan banyaknya zat yang tersuspensi pada suatu perairan. Hal ini menyebabkan hamburan dan absorbsi cahaya yang datang sehingga kekeruhan menyebabkan terhalangnya cahaya yang menembus air.

Referensi:
Gusrina, 2008. Budidaya Ikan Jilid I. PT Macanan jaya cemerlang. Jakarta.
Brotowidjoyo, Mukayat D., DKK, 1995. Pengantar Lingkungan Perairan dan Budidaya Air.Liberty, Yogyakarta.
Previous
Next Post »

MarisaFood

MarisaFood
Produsen Olahan Ikan Air Tawar