Pendahuluan
Ikan Cardinal tetra merupakan ikan hias air tawar yang banyak
dijumpai menghiasi akuarium ataupun aquascape. Hal ini dikarenakan cardinal
tetra termasuk salah satu ikan hias yang menarik dengan warna tubuh yang
mencolok. Selain itu ikan Cardinal tetra juga merupakan ikan yang termasuk
mudah dalam perawatannya.
![]() |
| Ikan Cardinal Tetra (Paracheirodon axelrodi) di dalam Aquascape |
Habitat asli ikan Cardinal tetra adalah sungai
Orinoco (sebuah sungai terbesar di Amerika Selatan) dan Negro Rivers di Amerika
Selatan. Mereka hidup terutama di anak-anak sungai yang berarus sedang
dan dangkal, hidup di tengah kolom air dan bergerombol. Ikan ini memiliki warna yang mencolok dengan
karakteristik garis biru dan warna merah menyala. Panjang maksimal yang dapat
dicapai oleh ikan Cardinal tetra adalah 3 cm.
Cardinal
tetra memiliki karakteristik garis biru warna-warni mencolok dengan garis merah
dibawahnya dari sirip muka sampai keekor. Nama umum ikan Cardinal Tetra,
mengacu pada warna merah cemerlang yang mengingatkan akan jubah seorang
kardinal. Sedangkan nama belakang latinnya diberikan kepada ahli ikan asal
Jerman Dr. Herbert R. Axelrod sebagai sebuah kehormatan.
Sekilas
Penampilan kardinal tetra sangat mirip dengan sepupunya neon tetra, banyak
orang yang bingung membedakannya, namun apabila kita lebih perjelas lagi.
Sangat mudah membedakan antara kardinal tetra dengan neon tetra. warna merah
neon tetra hanya sekitar setengah panjangnya dari hidung ke setengah bagian
badan dan warna biru pada garis birunya tampak kurang prima. Paracheirodon
axelrodi juga sering disebut neon merah tetra.
Cardinal
Tetra merupakan ikan akuarium yang sangat populer, tapi kurang populer
dibandingkan neon tetra karena sampai saat ini, sulit untuk dikembang biakan di
penangkaran. Namun, sudah mulai banyak pembudidaya yang memproduksi ikan
tersebut saat ini.
Sebagai
spesies yang bergerombol di alam liar, minimum pemeliharaan adalah sepuluh ekor
atau lebih. Arus air pada aquarium dapat membantu mendorong perilaku
bergerombol. Semakin besar jumlah ikan tetra dalam akuarium (sesuai dengan
batasan yang biasa dikenakan oleh ruang dan efisiensi filtrasi) akan lebih
baik, dan akan memberikan tampilan yang mengesankan dan visual yang menakjubkan.
Klasifikasi
dan Sistematika Ikan Cardinal Tetra
Ordo : Ostariopysoidei
Sub-Ordo : Characioidea
Famili : Characidae
Genus : Cheirodon
Spesies : Cheirodon axelrodi Schult
Nama Inggris : Cardinal Tetra
Nama Latin : Kardinal Tetra
Ciri-Ciri Ikan Cardinal Tetra
Terdapat 4 warna dominan yang menghiasi tubuh ikan cardinal tetra, sebelah atas berwarna agak kelabu, di susul warna hijau biru mirip neon, bawah garis neon berturut-turut warna merah dan putih.
Seperti ikan neon tetra, sirip-sirip cardinal tetra bening transparan, jernih tak ternoda oleh warna apapun. Hanya saja pada sirip anal dan punggung terdapat warna putih yang agak menyolok, pada sebelah depannya. Pupil matanya agak istimewa karena warnanya yang mengagumkan, mirip warna pelangi.
Ikan betina akan berperut gendut ketika telah matang gonad, sedangkan ikan jantan biasa-biasa saja. Badan ikan jantan tetra lebih ramping dibandingkan pasangannya. Pada umur yang sama pertumbuhan badan ikan yang jantan terlihat lebih menonjol dibandingkan ikan betina.
Ikan cardinal tetra termasuk ikan yang pendamai, dapat rukun dengan segala macam ikan, meskipun berukuran lebih kecil darinya. Ikan ini di akuarium termasuk ikan yang suka berenang hilir mudik. Selain itu, satu sifatnya yang sangat menonjol adalah ikan cardinal tetra suka berenang secara bergerombol.
Cardinal tetra akan menunjukkan warna yang benar-benar memukau jika ditempatkan pada wadah akuarium yang mempunyai air warna kuning. Warna ini bisa dibuat dengan memberi zat warna dalam akuarium melalui filter.
Pemijahan Ikan Cardinal Tetra
Dalam perkembangbiakannya,
ikan cardinal tetra dapat dipijahkan dalam akuarium, ukuran akuarium yang ideal
untuk memijahkan ikan kardinal tetra adalah 30 x 25 x 25 cm atau 40 x 20 x 20
cm. Media pelindung telur sekaligus penempel telur, sebaiknya jenis tanaman
dasar akuarium seperti tanaman myriophyllum, Hydrilla, dan Cabomba.
Air yang digunakan untuk budidaya ikan cardinal yaitu air yang telah diperlakukan secara khusus. Biasanya adalah Air suling (destilasi) ataupun air yang bersih ditambah dengan rendaman kayu asam. Secara kesuluruhan, kualitas air yang optimumuntuk pemijahan ikan cardinal tetra ini antara lain suhu 22-230 C, DO diatas 2 ppm, pH antara 5 - 6,8, warna jernih dan bebas bahan organik.
Air yang digunakan untuk budidaya ikan cardinal yaitu air yang telah diperlakukan secara khusus. Biasanya adalah Air suling (destilasi) ataupun air yang bersih ditambah dengan rendaman kayu asam. Secara kesuluruhan, kualitas air yang optimumuntuk pemijahan ikan cardinal tetra ini antara lain suhu 22-230 C, DO diatas 2 ppm, pH antara 5 - 6,8, warna jernih dan bebas bahan organik.
Pemilihan
Induk dan Teknik Pemijahan
Ciri-ciri
induk jantan dan betina ikan cardinal tetra hampir sama dengan induk neon
tetra. Perbedaan neon tetra dengan cardinal tetra adalah ikan cardinal tetra
lebih gemuk atau lebih besar dibandingkan dengan neon tetra. Induk jantan
mempunyai badan yang lebih pendek dibandingkan pasangannya. Betina selain
mempunyai badan yang lebih lebar, juga perawakannya lebih panjang. Pada umur
yang sama pertumbuhan badan jantan lebih kecil dibandingkan ikan betina.
Indukan yang dipilih sebaiknya telah berumur 8 - 9 bulan, dengan panjang badan 4 cm. Untuk pemijahan dengan akuarium perbandingan induk jantan dan betina adalah 1:1 dan dalam satu akuarium dapat dipasangkan sebanyak 6 pasang yaitu 6 ekor jantan, dan 6 ekor betina.
Indukan yang dipilih sebaiknya telah berumur 8 - 9 bulan, dengan panjang badan 4 cm. Untuk pemijahan dengan akuarium perbandingan induk jantan dan betina adalah 1:1 dan dalam satu akuarium dapat dipasangkan sebanyak 6 pasang yaitu 6 ekor jantan, dan 6 ekor betina.
Setelah
wadah pemijahan telah siap, pada pagi hari indukan yang siap bisa masukkan
dalam akuarium yang bersih dengan tambahan jenis tanaman hias. Induk jantan
masuk dulu, kemudian indukan betina.
Setelah
pasangan induk ikan masuk, lanjutkan dengan menutup ke-4 sisi akuarium dengan
kertas berwarna gelap, hal ini dimaksudkan agar suasananya gelap dan teduh.
Jangan lupa tutup juga bagian atas akuarium.
Ikan cardinal tetra yang matang kelamin akan memijah setelah kurang lebih 1 - 2 hari. Telur yang telah dibuahi sebaiknya langsung dipisahkan dari induknya. Pemisahan dilakukan setelah aktifitas pemijahan berkurang, tidak aktif lagi. Induk yang baik dan bagus akan menghasilkan telur sebanyak 300 - 500 butir. Telur-telur ini jika hidup akan berwarna coklat buram.
Indukan bisa dipindahkan pada tempat pemeliharaan induk sendiri, sedangkan telur-telur di teteskan dalam akurium pemijahan. Selama itu telur-telur dijaga agar berada dalam tempat gelap. Oleh karenanya jangan sekali-kali membuka penutup pada akuarium, sebelum menetas.
Benih mulai diberi makanan berupa infusoria setelah memasuki hari kelima. Selama itu belum perlu memberi pakan karena masih mempunyai kuning telur, yang dikonsumsi dengan jalan menyerap. Kemudian menyusul diberi dhapina.
Pendederan
dan Pembesaran
Pendederan
dan pembesaran ikan cardinal tetra bisa dilakukan di bak semen dengan
ukuran 2 x 1 m, tinggi 0,4 m. Boleh juga yang berukuran agak luas, 2 x 2 m atau
2 x 3 m. Ketinggian bak sebaiknya sama 0,40 m.
Air
yang digunakan boleh air sumur. Jika pH-nya tidak cocok, sebaiknya ditambah air
rendaman kayu asam. Tinggi air dalam bak pembesaran untuk tahap pertama
sebaiknya tidak lebih 20 cm.
Setelah benih agak besar ketinggian air bisa ditambah hingga mencapai tinggi 40 cm. Ke dalam bak pembesaran diberi tanaman air. Makanan yang diberikan sebaiknya kutu air, cacing. Ikan ini memang agak lambat pertumbuhannya. Yang menyangkut hal lain seperti neon tetra.
Referensi:
http://www.infoikan.com/2017/01/budidaya-ikan-hias-kar-tetra-cardinal.html
http://ikan-tetra.blogspot.co.id/p/cardinal-tetra.html

ConversionConversion EmoticonEmoticon