Ragam Nilai Tambah Olahan Produk Perikanan

Pendahuluan

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai luas laut dan jumlah pulau yang besar. Dengan luas wilayah laut 5.4 juta Km2 dan panjang pantai mencapai 95181 km menjadikan Indonesia mempunyai potensi perikanan yang sangat besar. Tahun 2017 telah dilaporkan bahwa potensi perikanan tangkap Indonesia sebesar 12.5 Juta ton sedangkan potensi perikanan budidaya sebesar 9.9 juta ton.

Potensi sumberdaya ikan Indonesia tersebut sebanyak 35% merupakan komoditas ikan yang diekspor ke luar negeri, sementara sisanya sekitar 65% dikomsumsi di dalam negeri baik dalam bentuk ikan segar maupun dalam bentuk ikan yang telah diolah. Jika dicermati, jumlah ikan yang diproses menjadi olahan ikan hanya sekitar 30-40% dari total jumlah ikan yang dikonsumsi di dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa sebanyak 60-70% ikan di dalam negeri dikonsumsi dalam bentuk ikan segar.

Dilain pihak, sistem logistik ikan nasional (SLIN), sesuai amanat UU No.45/2009 tentang Perikanan menghendaki agar ketersediaan ikan bagi konsumsi domestik & bahan baku industri pengolahan harus dikelola atau diatur oleh pemerintah. Pemerintah tentu juga harus menjamin bahwa pasokan ikan tersedia sepanjang waktu tanpa terkendala oleh faktor musim.

Salah satu strategi yang harus ditempuh dan diterapkan dalam menjamin ketersediaan pasokan ikan sepanjang waktu adalah dengan cara memperbaiki teknologi penanganan dan pengolahan hasil perikanan. Perbaikan ini tentunya tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, tetapi masyarakat juga harus ikut bertanggungjawab terhadap ketahanan pangan dengan ikut berpartisipasi dalam pengembangan dan diversifikasi produk perikanan.

Saat ini penanganan dan pengolahan ikan dirasakan masih belum berjalan secara optimal, padahal sebetulnya teknologi penanganan dan pengolahannya cukup sederhana dan tidak memerlukan modal yang besar dan peralatan yang canggih. Jika teknologi penanganan dan pengolahan ikan dapat dikembangkan dan diterapkan dengan baik, maka nilai tambah pada perekonomian masyarakat akan dapat tercapai.

Selain itu, Pengembangan produk hasil perikanan bertujuan untuk memberikan alternatif pada masyarakat dalam mengkonsumi produk perikanan yang tentunya sesuai dengan selera masyarakat, dengan jaminan keamanan pangan.

Diversifikasi  Olahan Produk Perikanan

Diversifikasi olahan hasil perikanan merupakan upaya penganekaragaman jenis produk olahan hasil perikanan dari bahan baku yang belum/ sudah dimanfaatkan dengan tetap memperhatikan faktor mutu dan gizi, produk yang dihasilkan tidak menyerupai bentuk aslinya dan bernilai tambah.

Penganekaragaman produk olahan hasil perikanan dapat dihasilkan dari hasil samping produk perikanan yaitu bagian-bagian dari komoditi hasil perikanan yang tidak digunakan sebagai bahan baku dalam proses pengolahan. Contoh hasil samping produk perikanan seperti kulit, sisik, gonad, kepala, hati, carapace dan lain sebagainya.

Kulit dan gonad ikan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah berupa kerupuk ikan, sedangan carapace dan sisik ikan bisa digunakan sebagai bahan baku kosmetik, hati dapat diolah menjadi minyak ikan, tulang dan kepala ikan dapat dilah menjadi tepnung ikan. Sementara cangkang keras dari jenis kerang-kerangan bisa dijadikan sebagai bahan baku untuk kerajinan.

Bagan ragam produk olahan dari ikan secara utuh dapat dilihat pada diagram sederhana dibawah ini:


Nilai Tambah Produk Perikanan

Nilai tambah (value added) adalah pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi. Dalam proses pengolahan nilai tambah dapat didefinisikan sebagai selisih antara nilai produk dengan nilai biaya bahan baku dan input lainnya, tidak termasuk tenaga kerja.

Nilai tambah (value added) (1) adalah suatu istilah ekonomi untuk menyatakan perbedaan (selisih) antara nilai barang dan biaya bahan-bahan atau suplai yang digunakan untuk memproduksi barang tersebut (http://www.nmfs.noaa.gov)

Nilai tambah (value added) (2) berarti penambahan nilai terhadap bahan baku dengan mengantarkannya menjadi sebuah produk baru yang telah melalui beberapa tahap pemrosesan (Anderson & Hall, 2006)

Nilai tambah produk perikanan dapat dihitung dengan terlebih dahulu menetukan biaya poduksi total, biaya tidak langsung, dan nilai jual suatu produk.  Biaya produksi total terdiri atas biaya variabel (variable cost), yaitu biaya yang berubah secara proporsional dengan aktivitas bisnis atau volume produksi; dan biaya tetap (fixed cost) yakni pengeluaran bisnis yang tidak bergantung pada tingkat barang atau jasa yang dihasilkan oleh bisnis tersebut.

Adapun rumus untuk menghitung nilai tambah (VA) adalah sebagai berikut:
VA = ((P-TC) + IC)/P
VA= Nila tambah
P= Harga Jual
TC= Biaya produksi total
IC- biaya tdak langsung.

Sebagai contoh, hasil penelitian menunjukkan nilai tambah yang dihasilhan dari pengolahan abon ikan patin sebesar Rp 12.121,83/kg. Bagian tenaga kerja pada agroindustri abon sebesar 12,37%. Keuntungan yang didapat sebesar Rp 10.621,83 dengan tingkat keuntungan sebesar 27,71%.

Nilai tambah suatu produk perikanan selayaknya harus dan perlu ditingkatkan. Setidaknya ada 3 (tiga) alasan mengapa nilai tambah produk perikanan perlu dtingkatkan. Ketiga alasan tersebut adalah karena pertimbangan yuridis, pertimbangan ekonomi, dan pertimbangan bisnis.

Pertimbangan yuridis terkait peningkatan nilai tambah prodk perikanan adalah:
  • Pasal 3 UU No. 31/2004;
  • Pasal 24 ayat (1) UU No. 31/2004 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 45/2009 tentang Perubahan atas UU No. 31/2004 tentang Perikanan;
  • Pasal 1 butir 5 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. PER.27/MEN/2012;
  • Pasal 3 ayat (2) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. PER.27/MEN/2012.

Dari sisi pertimbangan ekonomi, bahwa sumber daya perikanan harus memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara. Semakin tinggi nilai tambah yang diperoleh dalam pemanfaatan sumber daya perikanan, maka akan semakin besar manfaat ekonomi yang diperoleh.

Adapun pertimbangan bisnis yang melatarbelakangi mengapa nilai tambah harus ditingkatkan adalah:
Kelangkaan bahan baku pada industri pengolahan dapat merubah orientasi bisnis dari “volume” menjadi “value”;
  • Biaya pengadaan bahan/material dan supply lainnya yang digunakan dalam proses produksi cenderung meningkat, sementara itu harga jual produk perikanan relatif stagnan sehingga Profitabilitas menurun dan pada titik tertentu akan menyebabkan kerugian;
  • Biaya logistik produk bernilai tambah rendah dan produk bernilai tambah tinggi sama;
  • Persaingan bisnis semakin ketat;
  • Issu lingkungan di negara tujuan ekspor;
  • Perubahan pola hidup masyarakat konsumen.

Nilai tambah akan tinggi apabila biaya bahan dan supplai lainnya yang digunakan dalam proses produksi rendah, dan harga jual produk tinggi. Strategi yang dapat diterapkan dalam industri pengolahan perikanan agar nilai tambah semakin tinggi adalah dengan melakukan strategi biaya rendah (low cost strategy) dan strategi penciptaan nilai (value creation strategy).

Hal yang harus dilakukan dalam penerapan strategi biaya rendah adalah dengan dengan menginterasikan industri perikanan dari hilir ke hulu dalam suatu sistem bisnis perikanan, penurunan kompetisi dalam pengadaan bahan baku, penerapan manajemen inventory yang handal, efisiensi penggunaan energi, serta peningkatan produktifitas tenaga kerja.

Sedangkan dalam strategi penciptaan nilai, hal yang harus diperhatikan adalah dengan pengembangan produk ke arah ready to serve/eat products (breaded shrimp, sushi ebi, dsb), pengembangan consumer packing, segmentasi dan diferensiasi, pengembangan direct selling, pendekatan from sea to table untuk mutu dan keamanan produk.

Referensi:
  • Eko Nurchaya. 2018. Ragam dan Nilai Tambah Produk Pengolahan Hasil Perikanan (Bahan presentasi), Universitas Diponegoro Semarang.
  • https://nasional.tempo.co/read/1077228/jokowi-semua-perbedaan-tidak-harus-diseragamkan
  • http://gempitanews.com/detailpost/indonesia-mempunyai-potensi-besar-di-sektor-perikanan-dan-kelautan
  • https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3468826/potensi-sumberdaya-ikan-99-juta-ton-ri-bisa-kurangi-impor-sapi
  • http://dyahyuliana.blogspot.co.id/2015/10/produk-diversifikasi-nugget-ikan.html

Previous
Next Post »

MarisaFood

MarisaFood
Produsen Olahan Ikan Air Tawar