Pendahuluan
Saat
ini, akuakultur merupakan bidang industri pangan yang mengalami pertumbuhan paling
cepat dalam memproduksi bahan pangan bagi masyarakat dunia. Pertumbuhan yang pesat
ini berkontribusi terhadap bagaimana pengelolaan bisnis akuakultur dilakukan, salah
satunya adalah yang berkaitan dengan penganggulangan dan pencegahan terhadap hama
dan penyakit ikan.
Dapat
dipastikan bahwa penyakit ikan merupakan salah satu faktor yang dominan yang mempengaruhi
perkembangan dunia akuakultur disamping faktor pakan dan sumberdaya alam. Penyakit
menjadi penghambat bagi perkembangan akuakultur terutama karena dapat menyebabkan
kematian masal terhadap ikan budidaya yang berakibat terhadap penurunan produksi
dan kerugian bagi pembudidaya.
Obat-obatan
dan antibiotika menjadi salah satu komponen yang saat ini masih dominan dalam pengendalian
penyakit pada ikan, baik parasit maupun penyakit bakterial. Akan tetapi disisi lain,
antibiotik dapat menimbulkan masalah karena berdampak pada semakin resistennya jenis
bakteri tertentu jika antibiotik diberikan secara terus menerus. Selain hal tersebut, antibiotik juga berkaiatn dengan isu keamanan
pangan yang menekankan bebas residu terhadap obat-obatan dan antibiotika.
Vaksinasi Pada Ikan
Dengan
semakin berkembangnya dunia akuakltur, saat ini sudah mulai banyak ditemukan dan
dikembangkan vaksin yang khusus digunakan pada ikan guna mencegah terhadap serangan
penyakit (patogen) tertentu. Adanya vaksin
merupakan suatu terobosan yang positif karena sifat vaksin yang lebih aman dan tidak
meninggalkan residu seperti halnya antibiotik.
| Vaksinasi dengan penyuntikan melalui otot/ daging (intra muscular) |
Vaksinasi pada ikan, terutama bagi suatu industri akuakultur yang bergerak dalam
budidaya ikan menjadi suatu hal yang penting, apalagi jika skala usahanya merupakan
usaha yang besar untuk menghindari resiko serangan terhadap penyakit tertentu. Adapun
secara khusus tujuan dilakukannya Vaksinasi adalah:
- Sebagai upaya pencegahan terhadap serangan penyakit (patogen) tertentu;
- menumbuhkan kekebalan spesifik: pembentukan antibodi yang tinggi dan tahan lama;
- menghasilkan memori kekebalan;
- meningkatkan SR hingga 30%;
Keberhasilan
vaksinasi akan menumbuhkan sistem kekebalan (immune) spesifik yang secara alamiah bekerja untuk mempertahankan tubuh
dari serangan agensia penyakit tertentu.
Definisi Vaksin
Vaksin adalah
suatu produk biologi yang terbuat dari mikroorganisme, komponen mikroorganisme yang
telah dilemahkan, dimatikan atau rekayasa genetika dan berguna untuk merangsang
kekebalan tubuh secara aktif. Vaksinasi merupakan suatu upaya preventif untuk meningkatkan
kekebalan pada tubuh ikan secara aktif terhadap suatu penyakit; sehingga apabila
kelak ikan terpapar dengan mikroorganisme pathogen tersebut, tubuh ikan akan mampu
melawan infeksi tersebut.
Adapun beberapa persyaratan vaksin yang
ideal yaitu
- Aman bagi ikan, lingkungan perairan dan konsumen;
- Vaksin harus spesifik untuk pathogen tertentu;
- Vaksin harus dapat melindungi ikan (protective duration) dalam waktu yang lama, minimal selama periode pemeliharaan (siklus produksi);
- Mudah didapat, aplikatif dan ekonomis;
- Terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Ada beberapa persyaratan umum yang perlu
diperhatikan sebelum melakukan vaksinasi ikan adalah:
- Sebaiknya ikan telah berumur 1 minggu atau lebih (aplikasi melalui perendaman dan/atau pakan), karena pada umur kurang dari 1 minggu sangat mungkin bahwa organ-organ yang berperan dalam sistem pembentukan antibody belum sempurna.
- Apabila vaksin diberikan melalui penyuntikan, maka ukuran ikan harus disesuaikan dengan ukuran jarum suntik (needle) dan dosis, serta harus dipastikan bahwa vaksinasi aman secara anatomis (tidak mengakibatkan abses atau luka)
- Status kesehatan ikan dalam kondisi baik
- Suhu air relatif hangat (diatas 25 ˚C)
- Air yang digunakan untuk melakukan vaksinasi dan pemeliharaan ikan harus bebas dari unsure polutan.
Secara umum, vaksinasi pada ikan dapat
diberikan melalui 3 (tiga) cara, yaitu melalui teknik perendaman/spray, penyuntikan
dan pakan.
a.
Perendaman dalam Larutan Vaksin
Teknik ini
sangat ideal untuk ikan yang ukurannya kecil dan dalam jumlah cukup banyak.Perendaman
dapat dilakukan dalam bak beton/ fiber glass/ akuarium atau ember plastik. Selama
proses vaksinasi sebaiknya dilengkapi dengan aerasi, dan kepadatan ikan tidak terlalu
tinggi (antara 100 – 200 gram/ liter air). Pengamatan tingkah laku ikan selama proses
vaksinasi dilakukan secara cermat, apabila terlihat ikan yang mengalami masalah,
segera dipindahkan ke air segar.
Air bekas rendaman
virus harus dibuang sesuai dengan rekomendasi produsen, atau disesuaikan dengan
jenis sediaan vaksin yang telah digunakan. Apabila jenis sediaan vaksin in-aktif
(killed vaccine)
dan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi organisme serta lingkungan
perairan, maka air bekas rendaman vaksin tersebut dapat langsung dibuang ke saluran
pembuangan. Namun apabila jenis sediaan vaksin hidup dan/ atau dilemahkan (attenuated vaccine),
maka air bekas rendaman vaksin harus diperlakukan terlebih dahulu dengan desinfektan
(misalnya, klorin 300 ppm) selama 24 jam sebelum dibuang ke saluran pembuangan.
b.
Penyuntikan
Keuntungan
pemberian vaksin melalui penyuktikan adalah 100 % vaksin dapat masuk ke dalam tubuh
ikan. Ikan yang akan divaksin harus memiliki ukuran yang sesuai. Vaksinasi melalui
penyuntikan harus dapat memastikan bahwa ikan harus nyaman selama proses vaksinasi;
dan pembiusan mungkin diperlukan.
Ada dua cara penyuntikan yang biasa dilakukan,
yaitu dimasukkan ke rongga perut (intra
peritoneal) dan dimasukkan ke otot/daging (intra
muscular). Penyuntikan secara IP biasanya dilakukan di bagian perut,
diantara kedua sirip perut atau sedikit di depan anus, dengan sudut kemiringan jarum
suntik (needle) kira-kira 30˚. Penyuntikan secara IM
biasanya dilakukan di bagian punggung, pada ikan yang bersisik biasanya dilakukan
di sela-sela sisik ke 3 – 5 dari kepala, dengan sudut kemiringan jarum suntik kira-kira
30˚ – 40˚.
c.
Melalui Pakan Ikan
Teknik ini lebih sesuai untuk ikan-ikan
yang sudah dipelihara di dalam kolam pemeliharaan ataupun sebagai upaya vaksinasi
ulang (booster). Teknik mencampur vaksin dengan pakan
ikan yang umum dilakukan adalah:
- Sediaan vaksin tersebut diencerkan beberapa kali dengan air bersih (sesuai petunjuk penggunaan pada tiap jenis vaksin), kemudian dimasukkan ke dalam botol semprot.
- Semprotkan larutan vaksin tersebut ke pakan secara merata (tidak terlalu basah), dikeringkan dengan cara diangin-anginkan
- Setelah kering, pakan langsung diberikan pada ikan.
Akan lebih baik lagi apabila vaksin yang
telah disemprotkan ke pakan diselaputi putih telur terlebih dahulu, dikeringkan
dan kemudian baru diberikan kepada ikan. Sebaiknya pencampuran vaksin dilakukan
tidak terlalu lama dari jadwal pemberian pakan.
Jenis-Jenis Vaksin Untuk Ikan
Jenis vaksin penyakit bakterial dan viral yang sudah tersedia
secara komersial dan masih dalam tahap pengembangan di Indonesia dapat dilihat pada
Tabel berikut.
Macam Penyakit Ikan, Komoditas Ikan yang banyak diserang
dan jenis vaksin yang digunakan
No.
|
Penyakit/Patogen
|
Komoditas
|
Vaksin
|
1
|
Streptococcosis/
Sterptococcus iniae
|
Ikan Laut (Kakap
Putih , Bawal Bintang)
|
Norvax Strep
Si
|
2.
|
Streptococcosis/
Sterptococcus agalactiae
|
Ikan Air Tawar (Nila)
|
Aquavac Strep Sa
Dan StreptoVac
|
3
|
Koi Herpes /
Koi Herpesvirus
|
Ikan Koi dan
Mas
|
KV3
|
4
|
Motil Aeromonas Septicemia
(MAS)/
Aeromonas hydrophilla
|
Ikan Air Tawar (Lele, Mas,
Gurame, Patin, Nila)
|
Caprivac Aero – L dan HydroVac
|
5
|
Vibriosis pada
ikan/
Vibrio sp
|
Kerapu
|
Caprivac Vibrio
L
|
6
|
Grouper Sleepy Disease
|
Kerapu
|
Aquavac®Irido-V
|
7
|
Enteric Septicemia
of Catfish
|
Patin
|
Caprivac ICTA
|
Adapun
merk dan jenis vaksin yang telah terdaftar di Indonesia dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:
Tabel
4. Merk dan Jenis Vaksin yang Terdaftar di Indonesia
No.
|
Nama Vaksin
|
Penggunaan
|
No. Registrasi
|
1.
|
Norvax Strep
Si
|
Pencegahan bakteri
Streptococcus iniae
|
DKP RI. No. I
060641 VKC
|
2.
|
Aquavac Garvetil
|
Pencegahan bakteri Streptococcus iniae
|
DKP RI. No. I 0703071 VKC
|
3.
|
Aquavac Garvetil
Oral
|
Pencegahan bakteri
Streptococcus iniae
|
DKP RI. No. I
0703070 VKC
|
4.
|
KV3
|
Pencegahan Koi Herpes
Virus
|
KKP RI. No. I
1101152 VKC
|
5.
|
Himmvac Agilban
S – Plus
|
Pencegahan bakteri
Streptococcus iniae
|
KKP RI. No. I 1105165 VKC
|
6.
|
Aquavac Strep Sa
|
Pencegahan bakteri Streptococcus agalactiae
|
KKP RI. No. I
1101166 VKC
|
7.
|
Caprivac Aero
– L
|
Pencegahan bakteri
Aeromonas hydrophila
|
KKP RI. No. D 1206201 BKC
|
8.
|
Caprivac Vibrio – L
|
Pencegahan bakteri Vibrio
sp
|
KKP RI. No. D 1206202 BKC
|
9.
|
HydroVac
|
Pencegahan bakteri
Aeromonas hydrophila
|
KKP RI. No. D
1206203 BKC
|
10.
|
Caprivac Vibrio
|
Pencegahan bakteri Vibrio
sp
|
KKP RI. No. D 1207206 BKC
|
11.
|
Caprivac Aero
|
Pencegahan bakteri
Aeromonas hydrophila
|
KKP RI. No. D 1208207 BKC
|
12.
|
Aquavac ® Irrido V
|
Pencegahan Irrido Virus
|
KKP RI. No. I 1211221 BKC
|
13.
|
Caprivac ICTA
|
Pencegahan bakteri
Edwardsiella ictaluri
|
KKP RI. No. D 1211222 BKC
|
14.
|
Streptovac
|
Pencegahan bakteri Streptococcus
agalactiae
|
KKP RI. No. D 1305224 BKC
|
Prinsip Dasar Vaksinasi
Hal
mendasar yang perl diketahui dalam tindakan vaksinasi terhadap ikan adalah bahwa
vaksinasi dilakukan dengan prinsip-peinsip:
- Vaksinasi dilakukan pada ikan yang sehat;
- Tepat aplikasi;
- Tepat dosis;
- Tepat sarana: air dan wadah yang “bersih”;
- Keamanan pasca vaksinasi: sterilisasi (vaksin yang dilemahkan + dimatikan).
Sumber:
http://www.bppp-tegal.com/web/index.php/artikel/budidaya-perikanan/522-vaksinasi-pada-ikan
http://www.bibitikan.net/manfaat-dan-teknik-vaksinasi-ikan/
ConversionConversion EmoticonEmoticon