Pemijahan Lele Secara Semi Buatan dengan Penyuntikan Hormon Artifisial

1. Pendahuluan

Pemijahan lele secara semi buatan yaitu suatu metode pemijahan yang dilakukan dengan merangsang induk lele agar mencapai kematangan gonad dengan melakukan perangsangan menggunakan hormon, tetapi proses ovulasinya dilakukan secara alami.

Pembenihan lele secara semi buatan utamanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan benih pada saat tertentu dimana ketersediaan benih mengalami penurunan dikarenakan kendala musim.  Dengan dilakukannya perangsangan kematangan gonad menggunakan hormon artifisial diharapkan produksi benih tetap stabil sehingga dapat memenuhi kebutuhan pembudidaya lele di segmen pembesaran.

Pengalaman dilapangan selama 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa di Purbalingga dalam siklus tahunannya, selalu terdapat masa dimana induk lele sulit sekali memijah secara alami. Akibatnya, kebutuhan akan benih lele tidak bisa tercukupi dari pembenih lokal.

Pembudidaya lele di segmen pembesaran harus mendatangkan benih lele dari luar daerah dengan jarak tempuh yang cukup jauh serta ancaman tingkat kematian yang tinggi karena kondisi fisika kimia lingkungan asal benih jauh berbeda dengan kondisi fisika kimia lingkungan di Purbalingga.

Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan benih dari luar daerah dan meningkatkan produksi benih lele di lokal kabupaten Purbalingga adalah dengan dilakukan diseminasi teknologi  pembenihan lele dengan sistem semi buatan dengan melakukan perangsangan terhadap induk lele menggunakan hormon artifisial.

Adapun hormon artifisial yang sering diguakan dalam membantu proses pematangan gonad adalah hormon dari dengan merk dagang Ovaprim.

2. Teknik Pemijahan Lele Secara Semi Buatan dengan Menggunakan Hormon Ovaprim

Perlu dikatahui bahwa hormon Ovaprim merupakan jenis hormon HCG yang secara luas telah digunakan dalam bidang akuakultur untuk merangsang proses pematangan gonad pada proses pemijahan ikan. Dosis yang digunakan berbeda-beda tergantung jenis dan berat induk ikan yang akan dipijahkan. Untuk ikan lele dosis yang biasa digunakan adalah 0,3 ml/kg berat induk.

Induk lele yang akan dipijahkan dengan metode semi buatan dengan menyuntikkan hormon ovaprim adalah induk yang telah diseleksi dengan tingkat kematangan sel telur yang maksimal. Untuk itu hal yang harus dilakukan pertama kali adalah dengan melakukan seleksi induk dan pemberokan selama 24 jam. Setelah dilakukan seleksi dan pemberokan maka induk lele dapat disiapkan untuk disuntik dan dipijahkan.

2.1. Seleksi Induk Lele

Induk yang akan dipijahkan harus dipersiapkan terlabih dahulu dengan cara memberikan pakan dengan kadar protein tinggi secara rutin minimal 3-5% dari total berat induk per hari. Pemberian protein tinggi dimaksudkan agar terjadi pematangan gonad yang sempurna, sehingga akan tercapai tingkat fekunditas yang tinggi.
Induk betina yang siap dipijahkan, dengan kelamin berwarna merah muda
Seleksi induk dilakukan untuk memilih calon induk yang baik dan sehat, serta untuk melihat tingkat kematangan gonad apakah induk yang akan dipijahkan tersebut layak atau tidak. Induk ikan lele yang baik harus dinyatakan lolos seleksi baik dari segi umur, berat, kesehatan maupun kematangan telurnya.

Ciri indukan yang siap untuk dipijahkan antara lain untuk betina adalah alat kelamin sudah berwarna merah jambu dan jika di pegang bagian perutnya akan terasa lembek. Untuk yang jantan juga demikian, bila alat kelaminnya sudah kelihatan berwarna merah muda dan menonjol atau bisa juga dilihat dari sirip bagian atas yang berdiri. Induk lele yang akan dipijahkan sebaiknya dipilih yang memiliki fisik sempurna dan tidak ada cacat pada bagian tubuhnya.

Pemilihan induk yang akan dipijahkan harus dilakukan secara hati-hati dan dengan cara yang cermat, sebab jika kualitas induk tidak baik, maka keturunan yang dihasilkan juga tidak bagus. Jika memilih induk secara sembarangan, maka akan berpengaruh terhadap jumlah telur yang dihasilkan dan rendahnya tingkat penetasan yang telur.
Penampakan induk jantan yang siap dipijahkan, dengan postur tubuh yang memanjang langsing. Anggota tubuh lengkap dan sempurna

Setelah proses pemilihan induk lele dilakukan maka masing-masing induk jantan dan betina dipisahkan dengan memasukkannya ke dalam kolam pemberokan yang berbeda. Pemberokan sebaiknya dilakukan selama minimal 24 jam dan setelah itu induk dapat mulai disuntik dan segera dipijahkan.

2.2. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan Dalam Pemijahan Semi Buatan

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pemijahan satu pasang induk lele secara semi alami dengan penyuntikan menggunakan hormon Ovaprim adalah sebagai berikut:
a. Kolam pemijahan  1 unit ukuran 2x4 m
b. Kakaban  1 buah ukuran 1x2 m
c. Timbangan
d. Induk lele jantan yang matang gonad minimal 1 kg
e. Induk lele betina yang matang gonad 1 kg
f. Ovaprim
g. NaCl/ Cairan infus secukupnya
h. Spuit Suntik ukuran 3-5 ml
i. Kain lap

2.3. Persiapan Kolam Pemijahan

Proses pelaksanaan pemijahan diawali dari pembersihan kolam pemijahan. Setelah kolam pemijahan siap, maka akan lebih baik jika kakaban dipasang terlebih dahulu di dasar kolam sebelum diisi dengan air.

Pemasangan Kakaban
Susun kakaban membujur mengikuti sisi terpanjang kolam pemijahan. Atur kakaban secara berjejer, rapat dan rapi. Jangan biarkan celah kosong diantara kakaban agar semua telur dapat menempel pada kakaban. Minimal 50% dasar kolam harus tertutup kakaban. Agar tidak mengapung, beri pemberat diatas kakaban  dengan batu atau pipa paralon yang diisi dengan adonan semen.

Pengisian Air
Setelah kakaban tertata dengan rapi dan rapat maka dilanjutkan dengan mengisi air ke dalam kolam pemijahan. Sumber air bisa dari sumur maupun saluran irigasi. Biarkan pengisian air secara terus-menerus hingga ketinggia air sekitar 20-30 cm.

2.4. Persiapan Kolam Penetasan Telur

Selain mempersiapkan kolam pemijahan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kolam penetasan telur. Persiapan kolam penetasan telur perlu dilakukan sebelum kegiatan pemijahan dilakukan. Sebelum digunakan, kolam penetasan telur harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara mengeringkan air yang ada di kolam tersebut. Setelah dikeringkan, sikat dan bersihkan kotoran-kotoran atau lumut-lumut yang ada,  tujuannya adalah untuk meminimalisir masuknya bibit penyakit sehingga lele yang nantinya akan ditetaskan terjaga dari serangan penyakit.

Setelah disikat dan dicuci bersih, kolam penetasan telur dikeringkan terlebih dahulu diterik matahari selama minimal 1 hari, kemudian baru diisi dengan air bersih setinggi 20-30 cm. setelah dibilas bak dikeringkan kemudian diisi air setinggi 30 cm. Pastikan juga sirkulasi air berjalan lancar untuk penetasan telur.

2.5. Proses penyuntikan mengunakan Hormon Ovaprim

Proses penyuntikan diawali dengan menimbang berat induk yang akan disuntik. Setelah berat masing-masing induk diketahui maka segera tentukan dosis Ovaprim yaitu 0.3 ml/Kg untuk induk betina dan 0.15 ml/kg untuk induk jantan. Pertama kali suntik induk betina terlebih dahulu kemudian diikuti dengan menyuntik induk jantan.

Ambil hormon ovaprim sesuai dosis dengan menggunakan spuit suntik sebanyak dosis yang telah ditentukan. Gunakan spuit suntik yang sudah dibersihkan dengan air panas atau gunakan spuit suntik yang baru. Sedot hormon ovaprim dengan spuit suntik sebanyak yang diperlukan, misalnya 0,3 ml. Usahakan posisi botol dan spuit suntik tegak lurus, botol berada di atas. Setelah itu, untuk pengenceran, sedot larutan NaCl (cairan infus) dengan spuit suntik yang sama sebanyak 0,5 ml.

Siapkan tempat penyuntikan, tangkap induk lele dengan menggunakan seser. Kemudian seorang membantu memegang induk lele yang hendak disuntik pada bagian kepala dengan menggunakan lap yang telah dibasahi.  Suntikkan hormon yang sudah disiapkan ke dalam daging lele pada bagian punggung yaitu kira-kira 2 cm dibawah sirip punggung dengan kemiringan 45 derajat ke arah kepala. Kedalaman jarum suntik ± 1-2 cm dan disesuaikan dengan besar kecilnya tubuh ikan.

Lakukan penyuntikan secara hati-hati. Setelah obat didorong masuk, jarum dicabut lalu bekas suntikkan ditekan/ditutup dangan jari telunjuk beberapa saat agar obat tidak keluar.

Setelah disuntik, induk betina dapat langsung dilepaskan ke dalam kolam pemijahan. Lakukan hal yang sama terhadap induk jantan dengan dosis ovaprim yang telah ditentukan. Segera satukan dengan induk betina ke dalam kolam pemijahan yang telah disiapkan untuk melakukan pemijahan secara alami.
Previous
Next Post »

MarisaFood

MarisaFood
Produsen Olahan Ikan Air Tawar