Teknik Pembenihan Ikan Tawes Sistem Imbas

Pendahuluan

Ikan tawes (Puntius javanicus) merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki daerah penyebaran yang sangat luas di Indonesia, ikan tawes mampu hidup hingga ketinggian 800 m dpl dan hidup pada kadar oksigen tinggi. Bentuk tubuh ikan tawes pipih meninggi dengan warna putih keperakan. Ikan tawes hanya mampu menghasilkan telur sebanyak 10.000 dengan daya tetas yang rendah yaitu sebesar 22 %. Kendala tersebut merupakan suatu permasalahan yang menghambat proses produksi benih ikan tawes sehingga diperlukan teknik pembenihan yang dapat meningkatkan daya tetas ikan tawes.
Gambar Ikan Tawes (Puntius javanicus)
Salah satu teknik pembenihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tetas telur ikan tawes adalah induksi. Pembenihan ikan tawes dengan sistem induksi menggunakan rangsangan seksual ikan mas. Sistem ini menyempurnakan sistem hipotalamus dimana dalam sistem pemijahan ini, ikan donor yaitu ikan mas harus dimatikan terlebih dahulu. Cara ini dianggap sangat merugikan sehingga ditemukan teknik pemijahan dengan sistem induksi tanpa harus mematikan ikan donor. Feromon pada rangsangan seksual yang diberikan ikan mas dapat digunakan untuk memaksimalkan penyeragaman aktifitas seksual, pembuahan, dan menyeragamkan kematangan gonad ikan tawes sehingga jumlah telur yang terbuahi akan semakin besar.

Teknik pembenihan dengan rangsangan seksual ikan mas ini kemudian dikenal dengan sistem imbas atau induksi bersama dengan ikan mas. Dalam pemijahan sistem imbas ini, tawes akan terangsang oleh adanya bau amis (telur dan sperma) dari ikan mas yang telah memijah terlebih dahulu. Pemijahan sistem imbas dilakukan untuk merangsang ikan tawes agar memijah karena aktifitas pemijahan ikan mas, pemijahan ikan tawes menjadi terimbas sebagai akibat ikan mas yang memijah terlebih dahulu.

Persiapan kolam pemijahan

Kolam yang digunakan untuk pemijahan dengan sistem imbas pada perinsipnya tidak jauh berbeda seperti pemijahan di kolam tanah, hanya saja perlu disiapkan sesuai dengan kondisi alami seperti habitat aslinya meskipun yang diharapkan tawes dapat terimbas karena pemijahan ikan mas. Ukuran kolam pemijahan yang digunakan berkisar antara 50 – 100 m2 yang di tembok diseluruh dindingnya atau pada kolam tanah biasa yang dilengkapi dengan pintu pemasukan dan pembuangan air agar air dapat dikontrol. Kolam kemudian dipasang satu pasang hap yang ditempatkan saling berseberangan, hapa yang satu dipasang kakaban sesuai dengan jumlah induk ikan mas yang akan dipijahkan, Sedangkan pada hapa lainnya tidak diberikan kakaban sebagai pemijahan tawes.

Pelepasan Induk

Induk tawes dan induk mas yang akan di pijahkan dipilih yang berkualitas baik, yaitu tingkat kematangan gonadnya harus Sudah benar-benar matang dan siap untuk memijah hal ini karena dalam pemijahan sistem imbas dimaksudkan untuk menjamin keberhasilan pemijahan tawes atau ikan mas yang telah matang kelamin. Disamping tingkat kematangan gonadnya, induk juga harus dipilih bentuk morfologi yang sempurna dan tidak cacat dan bebas dari penyakit. Induk tawes dan induk mas yang telah diseleksi kemudian dimasukkan kedalam hapa yang telah disiapkan. Pelepasan induk dilakukan seperti halnya pada pemijahan ikan tawes secara sendiri dikolam tanah.

Penetasan telur

Penetasan telur antara ikan mas dan ikan tawes berbeda cara penanganannya. Hal ini disebabkam karena perbedaan sifat telur di antara keduanya. Telur ikan mas bersifat adesif (melekat) dan tidak dapat terlepas dari alat penempelnya (substrat) sehingga penetasannya pun harus dilakukan sekaligus dengan substratnya. Sebaliknya, telur tawes bersifat melayang (demersal) sehingga penetasan perlu dilakukan dengan alat khusus. Penetasan telur dilakukan di corong penetasan yang terbuat dari kain kasa yang sangat halus. Corong penetasan ini di buat dengan diameter 30 cm dan panjang (20 – 30) cm. Bagian rangka corong di buat dari besi. Sementara itu, diujung corong yang berbentuk kerucut diberi lubang untuk selang plastik. Sebelum telur dipindahkan ke tempat penetasan maka corong – corong perlu dipersiapkan dulu.

Corong penetasan yang sudah pernah di pakai harus dicuci dulu dan direndam dalam larutan PK supaya bebas hama. Besi penggantungnya di pasang di atas penetasan. Keran-keran air yang akan dihubungkan dengan corong penetasan sebaiknya di cek kembali, masih baik atau sudah tersumbat. Jika tersumbat sebaiknya keran tersebut dibetulkan terlebih dahulu agar nantinya tidak akan menggagalkan penetasan telur-telur ikan tawes, kemudian dipindahkan dari hapa pemijahan kedalam corong-corong penetasan tersebut. Pada tiap corong ditetaskan sebanyak 30.000 butir telur. Telur-telur yang ada di dalam corong akan mengendap di dasar corong yang berbentuk kerucut. Agar telur-telur tersebut dapat mengambang maka keran air di buka agar air masuk kedalam corong.

Setelah aliran air masuk maka telur-telur akan mulai berputar mengikuti sIrkulasi aliran air sehingga tidak menumpuk di dasar corong. Selain itu, telur-telur di dalam corong penetasan juga mendapatkan suplai oksigen yang dibawa oleh aliran air tersebut. Beberapa jam Setelah telur ditetaskan maka akan tampak lapisan minyak yang berasal dari telur tawes yang biasanya berkumpul di bagian permukaan air.

Dengan permukaan air yang baru dari keran maka permukaan air bak penetasan akan lebih tinggi dibandingkan pintu pembuangan, akibatnya, lapisan minyak yang berada di permukaan air akan hanyut terbawa aliran air. Setelah 13 jam maka benih-benih akan mulai menetas dan mengikuti aliran air dari keran, sama seperti telur-telur tawes. Oleh karena masih lemah maka benih-benih ini akan terbawa aliran air. Untuk itu, agar benih-benih tersebut tidak terhanyut keluar dari corong, sebaiknya aliran air diperkecil. Sampai dua hari setelah menetas benih belum memerlukan makanan dari luar karena benih tersebut masih mangandung telur. Dalam waktu dua hari itu juga telur-telur yang terlambat menetas sudah manetas semuanya.

Pemindahan benih

Pemindahan benih tawes dilakukan pada hari ketiga Setelah menetas. Pada hari itu, benih tawes mulai membutuhkan makanan dari luar. Pemindahan benih ini harus dilakukan dengan hati-hati karena kondisinya masih lemah. Untuk memindahkan benih ini dilakukan dengan cara mematikan keran-keran air lalu tunggu beberapa saat sampai benih berkumpul. Dengan mengunakan gelas atau cangkir beremail, benih di pindahkan kedalam ember lalu dibawa kekolam pendederan. Jumlah benih yang dihasilkan setiap kg induk tawes berkisar antara 50.000 – 100.000 ekor umur 3 hari.

Pendederan

Persiapan kolam pendederan untuk ikan tawes ini sama halnya untuk ikan-ikan lainnya. Mula-mula kolam dikeringkan selama 2 – 3 hari, kemudian dilakukan perbaikan pematang dan pembuatan caren/saluran. Dasar kolam diolah, dicangkul, kemudian dipupuk dengan Urea & SP 36 10 gr/m2. Setelah kolam dipupuk, diairi setinggi 2 – 3 cm dan dibiarkan 2 – 3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman 50 cm. Kolam yang dipergunakan sebagai tempat pendederan biasanya berukuran antara 300 – 600 m2. Tinggi air dalam kolam pendederan pada pintu pemasukannya 45 cm, dan 75 cm di pintu pengeluaran air. Padat penebaran benih yang berukuran 2 cm atau berumur 3 – 4 minggu sebanyak 10 – 20 ekor/ m2. Dalam kolam seluas 300 m2 dapat ditebarkan benih sebanyak 4.500 ekor.

Pendederan ini biasanya lamanya 3 – 4 minggu dan benih yang di panen dapat mencapai ukuran 3 – 5 cm. Lebih jauh untuk menjaga keselamatan ikan tersebut, kemalir harus dibebaskan dari lumpur yang masuk secara tidak sengaja. Pembersihan lumpur ini dapat dilakukan sehari sebelum kolam dikeringkan dengan mempergunakan kaki pada saat kolam masih terisi penuh oleh air. Jika ini diabaikan dapatlah dipastikan ikan-ikan tawes yang dipanen nanti akan mabuk oleh lumpur yang teraduk pada kemalir ini. Pendederan selanjutnya dapat kembali dilakukan dengan padat penebaran kurang lebih 4 – 6 ekor/ m2 luas kolam untuk benih-benih ikan yang berukuran 5 cm. Setelah pendederan ini selesai, maka dapat dipanen dan hasil benih dapat dijual atau ditebar lagi di kolam pendederan II.

Referensi:
http://journal.unair.ac.id
https://agribisnisbenihikan.blogspot.co.id/2017/09/
Previous
Next Post »

MarisaFood

MarisaFood
Produsen Olahan Ikan Air Tawar