Teknik Penyusunan Formulasi Pakan Ikan Metode Jajaran Genjang dan Persamaan Aljabar

Pengetahuan tentang metode dan teknik menyusun bahan baku hingga menjadi sebuah pakan yang berkualitas sangat diperlukan dalam membuat pakan ikan secara mandiri dari bahan baku lokal yang tersedia. Teknik menyusun formulasi pakan ikan yang benar merupakan kunci sukses agar mendapatkan pakan yang berkualitas secara efektif dan efisien. Efektif dalam hal ini dimaksudkan agar pemberian pakan dapat mencapai sasaran untuk meningkatkan pertumbuhan ikan.
Pejemuran pelet ikan setelah dicetak
Seberapa besar pencapaian efektivitas dan efisiensi pemberian pakan pada ikan sangat tergantung pada kemampuan memformulasikan pakan buatan yang memiliki daya cerna dan kandungan nutrisi yang baik, kemudian diikuti dengan cara pemberian pakan yang tepat.

Untuk menyusun formulasi pakan ikan yang baik, perlu pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi pada ikan dan kualitas bahan baku, baik secara kimiawi maupun biologi. Metoda penyusunan formulasi pakan ikan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan antara lain Metode empat persegi panjang dan metode persamaan aljabar.

Metode Jajaran Genjang

Menyusun formulasi pakan ikan adalah cara untuk menentukan jumlah setiap komponen bahan pakan sesuai prosentase beratnya berdasarkan kadar protein dari ransum pakan yang telah ditetapkan. Cara sederhana untuk menyusun formulasi pakan tersebut dapat digunakan metoda empat persegi panjang. Langkah awal dari metoda ini adalah dengan mengelompokkan bahan pakan menjadi 2 kelompok atas dasar kandungan proteinnya, yaitu pakan protein bassal (Energy supplemental) dan pakan protein supplemental (Protein Supplemental).

Pakan protein bassal adalah bahan pakan, baik hewani maupun nabati yang kandungan proteinnya di bawah 20%, Sedangkan pakan protein supplemental adalah bahan pakan ikan yang kandungan proteinnya di atas 20%.

Berikut ini contoh penerapan metode empat persegi panjang dalam menyusun formula pakan ikan, misalnya untuk membuat pakan ikan dengan kadar protein sekitar 35% yang disusun dari komponen bahan baku berupa dedak halus (bekatul), tepung ikan, tepung jagung, dan bungkil kelapa maka jumlah setiap komponen dapat dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Lihat kadar protein dari masing-masing bahan pakan pada daftar nutrisi yang tersedia, misalnya: Tepung ikan mengandung protein 63%, Dedak halus mengandung protein 13.3%, Tepung jagung mengandung protein 9.5%, Bungkil kelapa mengandung protein 24.0%

2. Kelompokkan bahan baku pakan menjadi 2 kelompok. Satu kelompok bahan yang mengandung protein 20% ke atas dan satu kelompok lagi bahan yang mengandung protein kurang dari 20%. Kemudian tentukan kadar protein rata-rata dari setiap kelompok bahan baku pakan:
Protein supplemental (bahan baku pakan yang mengandung protein 20% ke atas) adalah Tepung Ikan 63.0% dan Bungkil Kelapa 24.0%, sedangkan protein bassal (bahan baku pakan yang mengandung protein kurang dari 20%) adalah Dedak halus 13.3% dan Tepung Jagung 9.5%
Kadar protein suplemental = (63.0 + 24.0)/2 = 43.5%
Kadar protein bassal = (13.3 + 9.5)/2 = 11.4%

3. Tentukan kadar protein pakan yang akan kita buat, misalnya 35%. Untuk memudahkan perhitungan dalan menentukan komposisi masing-masing bahan baku pakan yang akan digunakan buat kotak persegi empat dengan bidang diagonal seperti gambar berikut:
4. Lakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku pakan yang akan digunakan dengan ketentuan sebagai berikut:
Protein Bassal : (8.5% : 32.1%) x 100 = 26.48%
Protein Supplemental: (23.6% : 32.1%) x 100 = 73.52%
Dari hasil perhitungan tersebut, maka komposisi masing-masing bahan baku yang digunakan untuk membuat pakan ikan dengan kandungan protein akhir 35% adalah:
Dedak halus      = 26.48% : 2 = 13,24%
Tepung Jagung  = 26.48% : 2 = 13,24%
Tepung Ikan      = 73.52% : 2 = 36,76%
Tepung bungkil kelapa = 73.52% : 2 = 36,76%

Jadi, jika kita akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku yang harus disiapkan adalah sebagai berikut:
Dedak halus      = 13,24% x 100 Kg = 13.24 Kg
Tepung Jagung  = 13,24% x 100 Kg = 13.24 Kg
Tepung Ikan      = 36,76% x 100 Kg = 36.78 Kg
Tepung bungkil kelapa = 36,76% x 100 Kg = 36.78 Kg

Formulasi pakan ikan tidak mutlak disusun sesuai dengan hasil perhitungan diatas, tetapi kmposisinya bisa dirubah sesuai dengan jumlah ketersediaan bahan baku asalkan komponen penyusunannya tetap. Misalnya jumlah dedak halus dapat dikurangi, tetapi sebagai gantinya ditambahkan tepung jagung. Jumlah tepung jagung dikurangi dan sebagai pengggantinya ditambahkan tepung ikan atau bungkil kelapa dan sebaliknya.

Setelah ditentukan berapa jumlah masing-masing bahan yang akan digunakan, maka dilanjutkan dengan proses pembuatan pakan seperti langkah-langkah berikut ini:
  • Lakukan penimbangan bahan sesuai hasil perhitungan
  • Sediakan tempat yang bersih atau mixer untuk mencampur bahan
  • Aduk semua bahan sampai merata yang dimulai dari bahan yang paling sedikit
  • Tambahkan air bersih ± 10% sehingga menjadi adonan yang kering-kering basah
  • Kemudian cetak dengan alat/mesin pencetak pelet dengan ukuran diameter yang bervariasi sesuai ukuran bukaan mulut ikan. Sebagai perkiraan yang umumnya berlaku misalnya umur ikan 1-2 bulan diameter pakannya 1 mm berbentuk remah, umur ikan 2-3 bulan diameter pakannya 2 mm, umur ikan 3-4 bulan diameternya 3 mm dan setelah ikan berumur di atas 4 bulan diameter pakannya 4 mm. Umur ikan 2 bulan ke atas pakannya berbentuk batang
  • Setelah dicetak kemudian dikeringkan atau bila dijemur di panas matahari selama ± 6 jam. Khusus untuk membuat pelet apung perlu ditambah tepung sagu sebanyak 8-10% kemudian dicetak dengan mesin khusus yang bertekanan tinggi.

Metode Persamaan Aljabar

Metode persamaan aljabar/ persamaan x – y merupakan pengembangan metode empat persegi panjang. Metode ini mengatasi kelemahan dari metode segi empat tersebut karena dapat membuat pakan dengan jumlah bahan makanan dan macam kebutuhan zat-zat makanan ikan dalam jumlah yang lebih banyak.

Secara garis besar, prinsip dari metode persamaan aljabar adalah membuat model persamaan baru kemudian menyamakan seluruh persamaan yang ada secara simultan. Persamaan ini hanya diselesaikan jika jumlah bilangan yang dicari sama dengan jumlah persamaan yang dibuat. Jadi, apabila akan mencari sepuluh bilangan, kita harus membuat sepuluh persamaan. Jika syarat ini tidak terpenuhi, tidak mungkin kita bisa menyelesaikan persamaan tersebut.

Kelemahan metode ini adalah hasil perhitungan bisa saja menunjukkan angka negatif. Jika hal ini terjadi, berarti kita salah membuat model persamaan atau nilai yang dimasukkan ke dalam persamaan atau mengganti nilai yang ada dalam persamaan tersebut. Dengan kata lain, kita harus mencoba menghitung ulang hasil perhitungan yang telah dihasilkan dengan metode konstan kontrol.

Adapun langkah-langkah menggunakan metode persamaan aljabar adalah sebagai berikut:

1. Kelompokkan  bahan  baku  yang  termasuk  ke  dalam kelompok sumber protein supplemental dan kelompok yang bukan sumber protein utama (protein bassal).  Buatlah rencana atau perkiraan yang akan digunakan untuk masing-masing bahan baku tersebut.  Sebagai contoh 1) kelompok sumber protein supplemental adalah tepung ikan dan tepung kedelai. Rencana proporsi atau perkiraan yang akan digunakan adalah tepung ikan 3 bagian dan tepung bungkil kelapa 1 bagian, 2) kelompok sumber protein bassal adalah dedak halus dan tepung jagung dengan rencana atau perkiraan proporsi yang akan digunakan adalah dedak 2 bagian dan tepung jagung 1 bagian.

2. Hitunglah berat rata-rata kandungan protein dari tiap kelompok
Sumber protein spplemental:
Tepung ikan                  = 3 bagian x 63% = 189%
Tepung bungkil kelapa = 1 bagian x 24% =  24%
Jumlah                          = 4 bagian = 213 %
Berat rata-rata kandungan protein = 213% /4 = 53.25%

Sumber protein bassal:
Dedak                   = 2 bagian x 13.3% = 26.6%
Tepung jagung      = 1 bagian x 9.5% = 9.5%
Jumlah                  = 3 bagian = 36.1%
Berat rata-rata kandungan protein = 36,1% / 3 = 12,03%

3.   Jadikan variabel untuk masing-masing kelompok bahan baku yang akan digunakan yaitu
X = jumlah berat (gram) kelompok sumber protein supplemental per 100 gram formulasi pakan
Y = jumlah berat (gram) kelompok sumber protein bassal per 100 g formulasi pakan

4.   Berdasarkan 2 variabel tersebut diperoleh persamaan (1)                    
 X + Y = 100 (persamaan 1)

5. Berdasarkan nilai kandungan protein setiap kelompok bahan baku dan nilai protein yang diinginkan diperoleh persamaan (2)
0,5325X + 0,1203Y = 35 (persamaan 2)
0,5325 adalah nilai 53.25% dari kandungan protein kelompok sumber protein supplemental; 0,1203 adalah nilai 12,03 dari kandungan protein kelompok sumber protein bassal; 35 adalah jumlah protein yang diinginkan untuk setiap 100 g formulasi pakan.

6. Untuk mendapatkan nilai salah satu variabel, dibuat persamaan 3 dengan dasar dari persamaan 1
0,5325X + 0,5325Y = 53.25  (persamaan 3)  (masing-masing dikalikan 0,5325 sehingga akan ada 2 persamaan yang mengandung nilai variabel yang sama yaitu 0,5325X).

Lakukan pengurangan dari persamaan 3 yang baru diperoleh dengan persamaan 2 sehingga dapat diperoleh nilai Y yaitu jumlah gram kelompok sumber protein bassal untuk setiap 100 g formulasi pakan.
0,5325X + 0,5325Y = 53.25 (persamaan 3)
0,5325X + 0,1203Y = 35 (persamaan 2)
      0,4122Y = 18.25
                             Y = 18.25/0,4122
                                 = 44,27 g

7. Masukkan nilai Y yang diperoleh ke dalam persamaan 1 sehingga dapat diperoleh nilai X yaitu jumlah gram kelompok sumber protein supplemental untuk setiap 100 g formulasi pakan.
               X + 44,27 = 100
                            X = 100 - 44,27
                                = 55,73 g

8. Hitunglah kontribusi setiap bahan baku dalam setiap kelompok yaitu
Kelompok protein supplemental:
Tepung ikan = 3 bagian
                     = 3/4 x 55,73 g
                     = 41,80 g (41,80%)
Tepung bungkil kelapa = 1 bagian
                                     = 1/4 X 55,73 g
                                     = 13,93 g (13,93%)

Kelompok sumber protein bassal
Dedak  = 2 bagian
             = 2/3 x 44,27 g
             = 29.51 g (29.51%)
Tepung jagung = 1 bagian
                         = 1/3 x 44.27 g
                         = 14.77 g (14.77%)

Dengan demikian dapat diketahui bahwa untuk menyusun formulasi pakan yang mengandung  protein 45% atau 40 g protein untuk setiap 100 g formulasi pakan diperlukan bahan dari tepung ikan sebanyak 41,80 g, tepung bungkil kelapa 13,93 g, dedak 29,51 g, dan tepung jagung 14,77 g.
Previous
Next Post »

MarisaFood

MarisaFood
Produsen Olahan Ikan Air Tawar