Pendahuluan
Dalam
budidaya ikan secara intensif, khususnya di segmen pembesaran, pakan memberikan
kontribusi terbesar dalam biaya operasional. Sementara, pakan komersial yang
diproduksi oleh perusahaan pakan dan beredar di pasaran semakin hari harganya
semakin merangkak naik tanpa bisa dibendung. Kondisi semacam ini tentunya akan
semakin menyulitkan bagi pembudidaya karena keuntungan yang didapatkan kian
menipis.
![]() |
| Pakan ikan/ pellet |
Pakan
bermutu umumnya tersusun dari bahan baku pakan yang bermutu yang dapat berasal
dari berbagai sumber dan sering kali digunakan karena sudah tidak lagi dikonsumsi
oleh manusia. Pemilihan bahan baku tersebut tergantung pada kandungan bahan
gizinya, kecernaannya dan daya serap ikan, tidak mengandung anti nutrisi dan
zat racun, tersedia dalam jumlah banyak dan harga relatif murah. Umumnya bahan
baku berasal dari material tumbuhan dan hewan. Ada juga beberapa yang berasal
dari produk samping atau limbah industri pertanian atau peternakan. Bahan-bahan
tersebut dapat berupa kacang ijo, dedak halus, tepung terigu, tepung ikan,
tepung jagung, bungkil kacang tanah, dll.
Kualitas
pakan tidak hanya sebatas pada nilai gizi yang dikandungnya melainkan pada
sifat fisik pakan seperti kelarutannya, ketercernaanya, warna, bau, rasa dan
anti nutrisi yang dikandung. Kualitas pakan juga dipengaruhi oleh bahan baku yang
digunakan. Pemilihan baku yang baik dapat dilihat berdasarkan indikator nilai
gizi yang dikandungnya; digestibility (kecernaanya),
dan biovaibility (daya serap). Pakan yang berkualitas akan
mendukung tercapainya tujuan produksi yang optimal. Oleh karena itu
pengetahuan tentang nutrisi, gizi, komposisi serta kualitas secara fisik perlu
diketahui.
Di
dalam membuat pakan mandiri untuk budidaya ikan, formula pakan harus mencukupi
kebutuhan gizi ikan yang dibudidayakan, seperti protein (asam amino esensial),
lemak (asam lemak esensial), energi (karbohidrat), vitamin dan mineral. Mutu
pakan akan tergantung pada tingkatan dari bahan gizi yang dibutuhkan oleh ikan.
Akan tetapi, perihal gizi pada pakan bermutu sukar untuk digambarkan
dikarenakan banyaknya interaksi yang terjadi antara berbagai bahan gizi selama
dan setelah penyerapan di dalam pencernaan ikan.
Pengetahuan
tentang formulasi bahan dalam pembuatan pakan juga perlu diketahui. Komposisi
suatu pakan perlu kita ketahui baik sebelum atau sesudah pembuatan pakan
sebagai database dalam pembuatan pakan. Sebelum pembuatan pakan bobot
masing-masing bahan harus diketahui untuk menghasilkan jumlah pakan dengan
nilai nutrisi tertentu.
Pengertian Formulasi Pakan
Formulasi pakan adalah perhitungan nutrisi (karbohidrat,
protein, lemak, mineral dan vitamin) yang dibutuhkan dalam membuat pakan ikan
untuk memenuhi kebutuhan gizi atau nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan atau
udang.
Formulasi adalah komposisi bahan dalam pakan buatan
yang disusun berdasarkan kebutuhan zat gizi setiap jenis ikan atau udang.
Formulasi yang baik berarti mengandung semua jenis zat gizi yang diperlukan
ikan dan secara ekonomis murah dan mudah diperoleh. Penyusunan formulasi harus
memperhatikan perhitungan nilai kandungan protein dari pakan.
Terdapat berbagai cara untuk menyusun protein yaitu
dengan cara bujur sangkar kuadrat, metode persamaan aljabar dan menggunakan
metode lembar kerja atau exel.
Formulasi pakan
merupakan rumusan pakan dengan komposisi bahan pakan yang diperlukan dan sesuai
dengan macam pakan yang akan dibuat. Formulasi yang baik berarti mengandung
semua nutrisi yang diperlukan biota air dan secara ekonomis murah serta mudah
diperoleh sehingga memberikan keuntungan. Oleh karena itu, penyusunan formulasi
pakan bertujuan untuk memperoleh nutrisi yang diperlukan, baik didalam jumlah
dan perbandingan yang tepat untuk pertumbuhan biota air yang optimal. Untuk
menyusun formulasi pakan, diperlukan pengetahuan tentang bahan baku pakan.
Syarat-Syarat Pemilihan Bahan
Baku Pakan
Pakan
buatan adalah alternatif pakan ikan atau budidaya hewan lain yang dibuat untuk
menekan biaya produksi budidaya untuk mendapatkan untuk sebanyak-banyaknya atau
lebih banyak dari penggunaan pakan pabrikan.
Sebelum
membuat pakan buatan secara mandiri, bahan baku yang digunakan dalam proses pembutan harus dipahami dan dietahui secara pasti. Dalam membuat pakan buatan untuk usaha perikanan baik di kolam
air tawar maupun payau, hal terpenting yang harus dipertimbangkan adalah persyaratan bahan baku pakan itu sendiri yaitu, bahan
baku tidak boleh mengandung racun, tidak boleh bersaing dengan bahan makanan manusia dan tersedia dalam waktu yang lama atau kontinyu.
Bahan baku yang mengandung racun dapat menghambat pertumbuhan, bisa saja terjadi ikan menjandi mabuk dan stress bahkan dapat menyebabkan kematian baik itu ikan ataupun udang yang diperihara secara masal.
Bahan baku yang mengandung racun dapat menghambat pertumbuhan, bisa saja terjadi ikan menjandi mabuk dan stress bahkan dapat menyebabkan kematian baik itu ikan ataupun udang yang diperihara secara masal.
Harga
bahan baku, walaupun dapat digunakan tetapi harganya mahal maka harus dipertibangkan untuk mencari substitusinya. Sebenarnya
murah atau mahalnya bahan baku harus dinilai dari manfaat bahan baku itu sendiri. Sebagai contoh tepung ikan harganya memang mahal tetapi bila
dibandingkan dengan nilai dan kegunaannya terutama kandungan proteinnya yang
tinggi dan kelengkapan asam aminonya maka penggunaan tepung ikan menjadi murah.
Kualitas
gizi bahan baku, menjadi persyaratan penting, walaupun harganya murah, dan
tersedia cukup melimpah tetapi kandungan gizinya buruk, maka bahan baku seperti
ini tidak dapat digunakan.
Selain kesediaan dan harga bahan baku, komposisi pakan juga disusun
berdasarkan kebiasaan makan dan makanan biota air, kemampuan organisme
memanfaatkan bahan, tipe pakan yang diinginkan sesuai dengan umur biota air yang
dibudidayakan, serta kebutuhan biota air akan zat gizi/ nutrisinya, seperti
karbohidrat, protein, lemak, serat dan beberapa zat esensial lain yang
dibutuhkan sebagai energi. Dalam hal nutrisi, kandungan protein menjadi salah
satu nilai yang harus diperhatikan, karena zat ini merupakan komponen utama
untuk pertumbuhan biota air. Namun dalam kondisi tertentu, pakan buatan
biasanya dikombinasikan dengan zat-zat suplemen (antara lain vitamin) untuk
mengatasi kekurangan zat yang diperlukan oleh biota air.
Berbagai Jenis Tepung sebagai
Bahan Baku Pakan dan Kandungan Nutrisinya
Adapun
jenis tepung yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat pelet secara
mandiri serta kandungan nutrisinya adalah sebagai berikut :
Tepung
Nabati
1.
Jagung Kuning
Selain
jagung kuning, ada jagung warna putih dan jagung merah. Diantara ke tiga warna
tersebut yang banyak tersedia dan diproduksi di Indonesia hanyalah jagung
kuning. Jagung ini merupakan bahan baku pakan ternak dan ikan/ udang, bahan
baku jenis ini digunakan sebagai bahan baku pakan sumber energi, karena kadar
proteinnya rendah (8.9%) bahkan desifisiensi terhadap asam amino penting
terutama lysine dan triptofan.
Kandungan
Nutrisi Tepung Jagung:
Nutrisi
|
Kandungan
|
Bahan kering
|
75 – 90 %
|
Serat kasar
|
2,0 %
|
Protein kasar
|
8,9 %
|
Lemak kasar
|
3,5 %
|
Energi gross
|
3918 Kkal/kg
|
Niacin
|
6,3 mg/kg
|
Calsium
|
0,02 %
|
Fosfor
|
3000 IU/kg
|
Asam Pentotenat
|
3,9 mg/kg
|
Riboflavin
|
1,3 mg/kg
|
Tiamin
|
3,6
|
Jagung
sebagai sumber energi dengan kandungan serat kasar yang rendah dan sumber
Xantophyll.
2.
Dedak halus
Dedak
merupakan limbah proses pengolahan gabah, dan tidak dikonsumsi manusia sehingga
tidak bersaing dalam penggunaannya. Kandungan serat kasar dedak 13,6%, atau 6
kali lebih besar dari pada jagung kering, merupakan faktor pembatas, sehingga
dedak tidak dapat digunakan berlebihan. Kandungan asam amino dedak, walaupun
lengkap tapi kuantitasnya tidak mencukupi kebutuhan ikan, demikian pula dengan
vitamin dan mineralnya.
Kandungan
Nutrisi Dedak:
Nutrisi
|
Kandungan
|
Bahan kering
|
91 %
|
Serat kasar
|
13,5 %
|
Protein kasar
|
0,6 %
|
Lemak kasar
|
13,0 %
|
Energi metabolis
|
1890 kal/kg
|
Calcium
|
0,1 %
|
Total fosfor
|
17 %
|
Asam Pentotenat
|
22,0 mg/kg
|
Riboflavin
|
3,0 mg/kg
|
Tiamin
|
22,8 mg/kg
|
3.
Bungkil kedelai
Kacang
kedelai mentah mengandung penghambat typsin, dan dapat lepas melalui pemanasan
atau metoda lain, sedangkan bungkil kacang kedelai merupakan limbah dari proses
pembuatan minyak kedelai. Adapun yang menjadi faktor pembatas pada penggunaan kedelai
adalah asam amino metionin
Kandungan
Nutrisi Bungkil kedelai:
Nutrisi
|
Kandungan
|
Protein kasar
|
42 – 50 %
|
Energi metabolis
|
2825 – 2890 Kkal/kg
|
Serat kasar
|
6 %
|
4.
Bungkil Kacang Tanah
Merupakan
limbah dari pengolahan minyak kacang tanah atau loan lanilla. Kualitas bungkil
kacang tanah ini tergantung pada proses pengolahan kacang tanah menjadi minyak.
Disamping itu, proses pemanasan selama pengolahan berlangsung, juga menentukan
kualitas bungkil ini.
Kandungan
Nutrisi Bungkil Kacang Tanah:
Nutrisi
|
Kandungan
|
Bahan kering
|
91,5 %
|
Protein kasar
|
47,0 %
|
Lemak kasar
|
12,0 %
|
Serat kasar
|
13,1 %
|
Minyak metabolis
|
2200 kal/kg
|
5.
Hijauan
Sebagai
bahan campuran pakan, kini hijauan mulai dilirik kembali, karena ternyata
sampai tertentu hijauan dengan protein tinggi dapat mensubstitusi tepun bagi
ikan. Hijauan yang dimaksud antara lain azzola, turi dan daun talas, yang bila
akan digunakan harus diolah terlebih dahulu, yaitu dikeringkan tetapi tidak
sampai merusak warna, selanjutnya ditepungkan. Selain ketiga jenis daun
tersebut beberapa jenis hijauan yang lain seperti; daun singkong, kacang, eceng
gondok dapat digunakan sebagai bahan campuran pakan.
Tepung
Hewani
1.
Tepung ikan
Tepung
ikan, berasal dari ikan rucah, atau buangan yang tidak dikonsumsi oleh manusia,
atau sisa pengolahan industri makanan ikan, sehingga kandungan nutrisinya Sangat
beragam, tapi pada umumnya berkisar antara 60-70%. Tepung ikan merupakan
pemasok lysin dan metionin yang baik, dimana hal ini tidak terdapat pada
kebanyakan bahan baku nabati. Mineral kalsium dan fosfornya sangat tinggi,
karena beberapa keunggulan inilah maka tepung ikan menjadi mahal.
Kandungan
Nutrisi Tepung ikan:
Nutrisi
|
Kandungan
|
Protein kasar
|
60 – 70 %
|
Serat kasar
|
1,0 %
|
Kalsium
|
5,0 %
|
Fosfor
|
3,0 %
|
2.
Tepung Darah
Merupakan
limbah dari rumah potong hewan, yang banyak dipergunakan oleh pabrik
pakan, karena protein kasarnya tinggi. Walaupun demikian ada pembatas religi. Baik
buruknya kualitas tepung darah ini sangat tergantung pada penanganan dalam
penampungan jangan sampai tercampur dengan kotoran.
Kandungan
Nutrisi tepung darah:
Nutrisi
|
Kandungan
|
Protein kasar
|
80 %
|
Serat kasar
|
1,6 %
|
Lemak kalsium
|
1,6 %
|
Kelemahan
dari tepung darah adalah miskin isoleusin , rendah kalsium dan fosfor pemakaian
maksimum 5%.
3.
Tepung Keong Mas
Keong
mas, merupakan bahan baku lokal yang digunakan sebagai bahan alternatif dalam
mensubstitusi tepung ikan.
Kandungan
nutrisi tepung keong mas adalah sebagai berikut:
Nutrisi
|
Kandungan
|
Protein kasar
|
57,76%
|
Lemak
|
14,62%
|
Abu
|
15,3%
|
Karbohidrat
|
0,68%
|
Kadar air
|
11,05%
|
Protein Primer dan Protein Sekunder
Dalam menyusun
formulasi pakan, banyak metode yang dapat digunakan, akan tatapi metode
sederhana yang sering digunakan adalah metode bujursangkar kuadrat. Dalam
meyusun formulasi pakan dengan metode buur sangkar kuadrat, kadar protein dalam
bahan digolongkan mejadi dua yaitu protein primer dan protein sekunder.
Protein primer atau
biasa juga disebut dengan protein suplemen merupakan protein yang memiliki
kadar presentesi lebih dari 20%, Sedangkan protein sekunder atau protein basal
adalah bahan baku yang menandung protein kurang dari 20%. Protein primer merupakan susunan linier
asam amino protein. Susunan tersebut merupakan suatu rangkaian unik dari asam
amino yang menentukan sifat dasar dari berbagai protein dan secara umum
menentukan bentuk struktur sekunder dan tersier.

ConversionConversion EmoticonEmoticon