Cara Membuat Kolam Terpal Untuk Budidaya Lele

Dinding kolam terpal dari bambu: Salah satu contoh unit kolam terpal dengan dinding bambu di Pokdakan Karya Ikan, Pagedangan-Bojongsari, Purbalingga
Ikan lele merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini, ikan lele banyak dibudidayakan dengan menggunakan kolam terpal. Banyak referensi dari pada pembudidaya bahwa pembesaran ikan lele dikolam terpal jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan menggunakan kolam konvensional. Hal ini dikarenakan tingkat kelulushidupan (SR) ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal jauh lebih tinggi, waktu produksi yang lebih singkat, hemat air, serta padat tebar yang lebih banyak.

Berbeda dengan kolam tanah/ beton, kolam terpal sangat cocok sebagai solusi untuk daerah yang krisis air atau daerah dengan lahan sempit. Kolam terpal dapat dibuat dihalaman rumah dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong, memanfaatkan ruangan/ bangunan bekas pergudangan yang tidak difungsikan, bahkan di atas rumah dengan memanfaatkan ruang terbuka dibalkon rumah bertingkat.

Secara teknis tingkat keberhasilan budidaya di kolam terpal jauh lebih tinggi dikarenakan kemudahan dalam pengawasannya, serta lebih intensif dalam budidayanya. Produksi lele dapat ditingkatkan secara signifikan karena padat tebar dikolam terpal dapat dinaikkan hingga 100-200 ekor/m2. Bahkan saat ini sudah banyak pembudidaya yang berhasil memelihara dengan padat tebar hingga 350 ekor/m2.

Terkait dengan hama dan penyakit yang muncul, budidaya di kolam terpal relatif lebih aman. Hal ini dikarenakan kondisi air dapat dikontrol 100%. Karena air merupakan pintu terbesar bagi masuknya sumber penyakit, dengan mengontrol sumber air, kita dapat melakukan antisipasi dan pencegahan terhadap bibit penyakit yang masuk. Jika sudah terjadi gejala penyakit, maka penanggulangannya juga akan lebih cepat dan terkontrol.

Secara finansial, biaya operasional budidaya lele dikolam terpal dapat ditekan, utamanya dalam hal belanja benih. Benih yang digunakan untuk pembesaran lele dikolam terpal dapat lebih kecil, sehingga harga belinya lebih murah. Adapun secara mutu, ikan lele yang dipelihara di kolam terpal jauh lebih bagus karena lebih bersih dan tidak berbau lumpur.

PEMBUATAN KONSTRUKSI KOLAM TERPAL 

Pada prinsipnya kolam terpal adalah kolam yang keseluruhan bentuknya, baik bagian dasar, maupun dindingnya terbuat dari terpal. Secara umum kolam terpal bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kolam terpal didalam tanah dan kolam terpal diatas permukaan tanah. Kolam terpal diatas permukaan tanah biasanya dibangun untuk memanfaatkan pekarangan yang ada agar lebih produktif. Pembuatan kolam terpal sebetulnya sangat praktis, satu unit kolam  terpal pengerjaannya dapat dilakukan dalam waktu hanya beberapa jam saja.

Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kolam terpal adalah sebagai berikut:

1. Plastik Terpal
Dipasaran, sudah banyak pilihan ukuran terpal yang dapat digunakan untuk membuat kolam terpal, diantaranya ukuran 3 x 5, 6 x 5, 8 x 5, 13 x 8, dan 15 x 11 meter. Ketebalan terpal juga bermacam-macam, semakin tebal maka akan semakin bagus dan awat.

2. Kerangka dan dinding kolam dari bambu
Dinding penahan terpal juga dapat dibuat dari bambu yang dibelah dan disusun menyerupai pagar, ukuran dinding dibuat dan menyesuaikan ukuran kolam.

3. Paralon, kawat, karet untuk pengikat dan paku
Paralon diperlukan untuk pembuangan/ pengeringan air dan juga untuk menjaga ketinggian air. Biasanya untuk kolam dengan ukuran 3 x 4 meter ukuran paralon yang digunakan adalah diameter 2 atau 2,5 inchi.

Kawat digunakan untuk mengikat dinding kolam pada tiang/ tonggak serta menyatukan sudut-sudut dinding kolam. Selain itu, kawat diperlukan untuk mencencang tiang kolam untuk menahan agar dinding kolam lebih kuat. Dikarenakan tekanan air kolam cukup besar, maka sisi tiang/ kerangka kolam yang satu dengan tiang lainnya yang berseberangan harus dicencang dengan kawat sedemikian rupa sehingga bentuk kolam menjadi kokoh serta dinding tidak miring kearah luar karena tekanan air. Karet pengikat digunakan untuk mengikatkan knee pada terpal plastik di lubang pembuangan air. Sedangkan paku digunakan untuk membuat dinding kolam.

Setelah bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kolam terpal tersedia, maka dapat dilanjutkan dengan pembuatan kolam. Peralatan yang perlu dipersiapan untuk membuat kolam terpal adalah gergaji, palu, pahat, pisau, gunting, dan golok. Adapun langkah-langkah untuk membuat kolam terpal diatas permukaan tanah adalah sebagai berikut:

Setelah lokasi lahan ditentukan, maka bersihkan lokasi lahan dari benda-benda yang dapat mengganggu, misalnya rumput atau pohon yang terlalu rimbun, sehingga kolam mendapatkan sinar matahari secara langsung.

Siapkan tonggak/ tiang utama untuk kerangka kolam. Jika ukuran kolam panjang 4 meter dan lebar 3 meter maka tancapkan tiang dimasing-masing sudut kolam. Jika lebih dari 1 petak, maka  diatur agar terlihat rapi. Setelah tonggak utama terpasang maka tancapkan juga tonggak pendukung lainnya disisi-sisi kolam dengan jarak antar tonggak minimal 1 meter.

Untuk pembuatan dinding kolam, pilih bambu yang sudah tua dan sebaiknya gunakan hanya bagian bawah sampai tengah saja. Bambu dipotong-potong sesuai degan ukuran panjang dan lebar kolam, setelah itu dibelah dengan ketebalan 4-5 cm. Setelah dibelah bersihkan dan serut belahan bambu dengan golok/pisau. Bambu-bambu tersebut selanjutnya disusun sedemikian rupa sehingga berbentuk persegi panjang sesuai dengan ukuran sisi-sisi kolam. Jarak antar bambu disusun dengan kerapatan sekitar 4-5 cm.

Jika kolam sudah terbentuk, misalnya kolam berukuran 4 x 3 x 1m, atur kemiringan dasar kolam ke salah satu sisi kolam, kemudian pada sisi yang paling rendah dibuat kowenan dengan ukuran kurang lebih 25 x 60 x 10 cm. Tujuan dibuat kowenan tersebut adalah untuk memudahkan pada saat pengeringan dan pemanenan lele.

Letakkan pralon beserta knee pada sisi dinding yang terdapat kowenan. Knee dan paralon tersebut digunakan sebagai bakal pembuangan air.

Setelah kerangka kolam selesai, langkah berikutnya adalah pemasangan terpal plastik. Jika kolam yang akan kita buat berukuran 4 x 3 x 1 m maka siapkan terpal dengan ukuran 6 x 5 m. Gelar dan letakkan terpal ditengah kerangka kolam dan atur sudut-sudut terpal terletak di masing-masing sudut dinding kolam. Agar rapih dan tidak terjadi kerutan pemasangan dilakukan secara bergantian dari dinding satu ke dinding yang lain. Bagian sudut di lipat telebih dahulu kemudian dinding bak paling atas dijepit dengan bilah bambu.

Pada bagian pembuangan air yang telah dipasang paralon dan knee, terpal disobek menyilang tepat diatas lubang knee. Setelah itu, masukkan knee ke dalam lubang tersebut dan ikat secara kuat dengan karet.

Setelah pemasangan plastik terpal selesai dan lubang pembuangan telah terpasang paralon, maka kolam terpal sudah siap untuk diisi dengan air.

PERALATAN PENDUKUNG BUDIDAYA

1. Pompa listrik
Pompa listrik digunakan untuk memudahkan pengisian air ke dalam kolam budidaya jika lokasi kolam tidak memungkinkan untuk mengisi kolam dari saluran irigasi dan atau jika letak sumber air lebih rendah dari kolam. Untuk kolam terpal yang jumlahnya sedikit (hanya satu atau dua kolam) keberadaan pompa air tidak begitu diperlukan karena akan membebani biaya operasional. Air dari sumbernya, cukup dimasukkan ke dalam kolam secara manual yaitu menggunakan timba atau ember.

2. Slang atau paralon
Slang dan paralon dibutuhkan untuk menyalurkan air ke lokasi kolam jika sumber air jauh dari lokasi kolam, atau jika akan mengisi kolam menggunakan pompa listrik. Slang atau paralon yang digunakan berukuran minimum 1 inchi atau disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Aerator/ Blower
Aerator hanya digunakan pada waktu tertentu saja, utamanya saat lele membutuhkan suplai oksigen pada saat karena kandungan oksigen terlarut dalam kolam menurun secara drastis.

4. Timbangan
Timbangan digunakan untuk menimbang pakan yang akan diberikan kepada lele. Alat ini tidak mutlak diperlukan tetapi saat skala usaha semakin besar, dan usaha budidaya lele sudah intensif dengan tujuan komersial maka timbangan pakan mutlak diperlukan untuk mengontrol pemberian pakan.

Referensi:

Marbowo Leksono, Mahmud Efendi. Pembenihan Gurame Metode Kolam Terpal Air Dangkal Tanpa Anjang-anjang Tanpa Sosog. Agromedia Pustaka. Jakarta. 2017

Khairuman SP., dkk. Budidaya Lele Dumbo di Kolam Terpal. Agromedia Pustaka. Jakarta. 2008
Previous
Next Post »

MarisaFood

MarisaFood
Produsen Olahan Ikan Air Tawar