Ikan koi merupakan salah satu bagian dari budaya Asia, khususnya di negara
Jepang. Namun saat ini, Ikan dengan nama ilmiah Cyprinus carpio ini sudah dapat ditemukan dan dibudidaya di belahan
penjuru dunia, termasuk Indonesia. Ikan yang hidup di air tawar ini dikenal
akan keindahan dan keunikan corak sisiknya. Maka tidak heran, Ikan koi
seringkali dimanfaatkan sebagai ikan hias yang dapat memperindah suasana di
rumah maupun lingkungan sekitar.
Koi
memiliki beragam jenis yang dapat dibedakan berdasarkan corak warna dasar dan
sisik yang dimilikinya. Secara umum, Ikan koi memiliki tiga warna dasar yang
banyak ditemukan di setiap jenisnya, yakni putih, merah, dan hitam. Namun tidak
menutup kemungkinan juga ikan ini memiliki warna lain diluar warna utama,
seperti kuning, oranye, perak, perunggu, dan lainnya sesuai dengan perkembangan
genetisnya.
Hingga saat ini, terdapat kurang lebih 24
jenis Koi utama yang dapat ditemukan di pasaran dengan memiliki ciri khas corak
warna yang unik di setiap jenisnya. Akan tetapi dalam perkembangannya, para pembudidaya
dapat terus menemukan jenis-jenis yang baru, secara lebih detail dan
bervariasi.
Jika hasil
persilangan dilakukan terus menerus, tidak menutup kemungkinan akan terus
ditemukan tipe ikan koi yang baru, jenis yang berbeda dari sebelumnya
Secara
umum, beberapa jenis ikan koi yang populer dapat dikelompokkan berdasarkan ciri
warna sisiknya yaitu Gosanke, Bekko, Utsurimono, Asagi, dan Tancho. Secara
detail berikut akan kami jelaskan koi yang termasuk dalam jenis ikan Koi
Gosanke
Koi Gosanke adalah jenis yang paling umum dan banyak ditemukan di
sekitar kita, terutama di kalangan pencinta ikan hias. Umumnya kombinasi warna
sisik jenis ini adalah merah, hitam, dan putih. Adapun yang termasuk dalam
jenis koi Gosanke adalah koi kohaku, koi sakne dan koi showa.
1. Koi Kohaku
Jenis koi
kohaku mempunyai ciri dasar yang khas yaitu tidak memiliki unsur warna hitam
pada tubuhnya. Jenis ini termasuk koi dengan warna yang sederhana. Warna utama
pada jenis ikan koi kohaku adalah merah dan putih.
Berdasarkan
sejarahnya, awal ditemukan kohaku adalah ditemukannya koi warna merah dan putih
pada sekitar tahun 1804 dan 1829. Awalnya ditemukan corak warna merah pada
karper hitam. Ikan ini dikenal dengan Hookazuki. Dari koi ini, dihasilkan
anakan yang berwarna putih. Kemudian ikan koi putih ini dikawinkan dengan
indukan koi merah yang disebut Higoi. Nah, didapatkanlah koi dengan warna perut
merah.
Varietas
kohaku terus bekembang terutama di wilayah Niagata, yang sampai sekarang
dikenal sebagai pusat budidaya ikan koi. Jenis kohaku yang terkenal sekarang
ini berasal dari keturunan Hachi Hi, yaitu ikan koi betina dengan kepala merah,
yang disilangkan dengan pejantan Sokura Kana (pola cherry blossom) sekitar
tahun 1888.
Karena
kohaku adalah jenis koi yang sederhana dalam coraknya, maka penilaian skor
untuk ikan ini juga menjadi sangat ketat. Akhirnya pola warna merah dan putih
dapat menjadi faktor penting dari kohaku. Pola yang paling seimbang dianggap
memiliki penilaian yang tinggi.
Secara
umum, koi Kohaku adalah karena memiliki corak warna merah (Hi), dan putih.
Corak kohaku yang bagus, idealnya memiliki kedalaman warna yang bagus, dan yang
lebih penting lagi yang menjadi ukuran kohaku yang bagus jika warna merah (Hi)-nya
memiliki garis tepi yang tegas, corak seragam. Batas garis corak merah dan
hitam ini disebut “kiwa”.
Corak
warna Hi pada kohaku umumnya ada dua, yaitu merah keunguan, cenderung agak
gelap, dan warnanya tidak mudah memudar. Tetapi warna ini dianggap kurang
elegan. Corak kohaku berikutnya adalah merah kecokelatan. Ini bisa menghasilkan
warna yang indah, semi transparan, tetapi biasanya lebih mudah memudar.
Ciri
kohaku yang bagus yang lainnya adalah warna putih nya harus seputih salju.
Warna yang jelek biasanya putih agak kekuningan. Hal ini dianggap dapat membuat
warna merahnya menjadi tidak menonjol. Corak kohaku yang baik terdiri dari
warna Hi yang meliputi 50-70 % dari keseluruhan tubuh koi.
Adapun
berdasarkan letak dan pola hi yang terbentuk, koi kohaku dapat dibedakan dalam
beberapa varian yaitu Inazuma kohaku, yaitu pola hi yang terus bersambung dari
kepala sampai ekor, tetapi kadang terlihat zig zag. Secara harfiah, Inazuma
berarti petir; Nidan kohaku, yaitu kohaku yang memiliki dua tanda hi (dua warna
merah pada tubuhnya); Sandan Kohaku, jika koi memiliki tiga warna merah (3 hi
pada tubuhnya); Yondan kohaku, adalah koi yang memiliki 4 tanda hi (4 warna
merah pada tubuhnya); Goten zakura kohaku, jika kohaku memiliki warna cherry
blossom. Warna merahnya belang-belang membentuk warna seperti anggur; Gin Rin
Kohaku, dengan warna merah mengkilap. Pigmennya dapat memantulkan cahaya; Maruten
Kohaku, yaitu koi dengan hi di kepala mirip mahkota. Warna merahnya juga ada di
bagian tubuh yang lain; Tancho Kohaku, dengan warna hi di kepala mirip dengan
maruten kohaku, tetapi bedanya warna badannya putih polos; Doitsu kohaku, yaitu
koi kohaku yang merupakan hasil persilangan antara ikan koi jepang dan ikan karper
koi jerman yang minim sisik; Menkaburi kohaku, yaitu koi kohaku yang warna
kepalanya didominasi warna merah, warna hi bagian tubuh berwarna putih yang
terdiri dari satu, dua, tiga, atau lebih; Kuchibeni Kohaku, yaitu koi dengan warna
hi dominan di tubuhnya, tetapi merahnya terpisah di bagian bibir nya, sehingga
tampak seperti lipstik; Straight Hi Kohaku, yaitu jika pola hi pada koi ini
saling berhubungan, dan tampak kominan; Omoyo Kohaku, Pola hi yang besar
berkelanjutan dari kepala sampai ekor, tampak penuh.
Di
kalangan para penggemar ikan koi, ada pola kohaku yang biasanya cenderung tidak
diharapkan. Kebanyakan dihindari. Diantaranya adalah Bozu dan Menkaburi.Bozu
adalah istilah untuk ikan koi kohaku yang tidak memiliki warna merah di kepala
nya. Warna Hi bagi kohaku adalah sangat penting. Bozu biasanya dihindari karena
alasan keindahannya. Tetapi jika faktor lain seperti bentuk badan yang bagus,
maka memilikinya perlu dipertimbangkan.
Menkaburi
adalah berarti topeng. Yaitu, jika kepala kohaku dipenuhi warna merah, dan
melewati batas mata, bahkan sampai ke mulut. Jenis menkaburi juga tidak terlalu
diharapkan, dan saat lomba, jenis ini sangat mungkin tidak lolos bahkan di
tahap awal.
2. Koi Sanke
Hampir
sama dengan Kohaku, kombinasi warna merah dan putih juga ada pada jenis koi
Sanke ini. Perbedaannya adalah adanya warna hitam yang terdapat di sepanjang
punggung koi ini. Pola hitam ini disebut dengan Sumi. Sanke atau disebut juga
Taisho Sanshoku mulai dibiakkan sekitar tahun 1917. Berdasarkan asalnya, ikan
koi sanke berasal dari hasil persilangan ikan koi Kohaku dan koi Shiro Bekko.
Salah satu
kriteria baik dari koi Sanke adalah memiliki corak merah di kepalanya, tetapi
tidak memiliki warna hitam di kepala nya. Warna merah yang baik membentang
antara kedua matanya, tetapi tidak boleh menyentuh hidung dan mulutnya,
menyisakan bagian putih di ujung tubuhnya.
Kriteria
yang lain dalam menemukan Sanke yang bagus adalah sama dengan menemukan
kriteria Kohaku, misalnya batas pola yang tegas, keseimbangan pola, dan
lain-lain. Sehingga tidak heran juga bahwa muncul sebuah pendapat yang
mengatakan, Sanke adalah Kohaku kualitas unggul yang semakin lengkap dengan
adanya warna hitam pada tubuhnya.
Keseimbangan
dan keindahan corak warna merah dan hitam pada koi sanke adalah hal penting
dalam penilaian kualitas sanke. Warna tertentu tidak boleh dominan membungkus
satu sisi saja. Warna putih sanke disebut shiro. Warna shiro nya haruslah putih
seperti salju, atau putih seperti susu, tebal, kuat dan tanpa cacat; Warna
putihnya tidak boleh kekuningan; Warna Hi harus terlihat penuh, tajam, dan
merata di seluruh tubuh koi sanke; Garis batas pola antar warna harus tegas dan
tajam.
Warna hi
pada koi sanke harus seragam untuk masing-masing koi. Semua warna hi seperti
kuning kesemek, merah keunguan yang cenderung gelap dapat diterima untuk
kualitas koi sanke yang baik. Yang terpenting adalah warnanya seragam di
sepanjang tubuhnya. Sedangkan corak hitamnya, harus dalam, penuh, dan mengkilap
seperti pernis. Seperti warna Hi nya, garis tepinya (kiwa) harus tajam dan
tegas. Corak hitam (sumi) yang kurang bagus sering disebut Sashi, yang kadang
tampak seperti belang, atau abu-abu, tidak hitam solid. Untuk koi muda, hal ini
sebenarnya tidak terlalu buruk, karena memang sumi terus berkembang sesuai
usianya.
Jenis-jenis
koi sanke adalah sebagai berikut ditunjukkan lebih jelas pada gambar berikut.
Hampir sama dengan jenis kohaku tetapi dengan penambahan warna hitam.
![]() |
| Koi Sanke |
Aka Sanke
yaitu koi dengan pola hi yang menyambung dari kepala hingga ekor. Jenis ini
kurang disenangi. Hal ini karena warna merah yang dominan membuatnya tampak
berat. Menkaburi, yaitu jika corak warna merah ada di seluruh kepalanya. Juga
tidak disukai. Yang baik harusnya warna merah nya diantara kedua mata seperti
mahkota. Yang baik lagi jika merahnya terpisah di bagian bibir seperti lipstik,
pola ini disebut Kuchibeni. Ini juga akan menjadi poin plus dari penilaian.
3. Koi Showa
Showa tau
disebut juga Showa Sanshoku, adalah koi yang memiliki tiga warna yaitu hitam,
merah, dan putih. Sanshoku sendiri berarti ‘tiga warna’. Dan Showa merujuk pada
era kekaisaran Jepang 1901-1989, yang mana saat koi jenis ini mulai dibiakkan.
Orang awam
akan sulit untuk membedakan antara Showa dan Sanke, akan tetapi jika dilihat
secara seksama maa akan terlihat jelas bedanya. Koi Showa mempunyai komposisi
warna hitam yang lebih banyak.
Showa
adalah koi dengan warna dasar hitam dengan tanda hi merah dan putih. Ini adalah
pengertian yang cukup membingungkan terutama jika melihat penampilan showa
modern yang tampaknya justru memiliki warna dasar putih, dengan bercah merah
dan hitam. Inilah pembeda dengan Sanke. Warna hitam pada Showa lebih dominan
(lebih banyak) daripada pada sanke (merah lebih dominan).
Koi showa memiliki keunikan dan menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar ikan koi, karena warnanya cenderung sering mengalami perubahan seiring dengan pertumbuhan ikan. Sehingga kejelian memilih dan memprediksi perkembangannya sangat diperlukan untuk memelihara ikan jenis ini.
Ikan koi
showa adalah hasil persilangan ikan koi shiro utsuri dengan koi kohaku. Showa
terdahulu memiliki tampilan yang kurang menarik. Dalam perkembangannya, ada
tiga jenis koi showa, yaitu Matsukawabake (yang merupakan cikal bakal dari koi
jenis ini), Kobayashi Showa (yang dikembangkan oleh kobayashi dan sering kita
jumpai sekarang), dan Dainichi showa.
Varietas
showa pertama kali diproduksi pada tahun 1929 oleh Jyukichi Hoshino, dengan
menyilangkan koi Matsukawabake dan ki utsuri. Peternak lain mencoba memperbaikinya
dengan menguatkan unsur pola sumi dan memperkuat Matsukawabake nya. Matsukawabake
adalah koi berwarna hitam dengan pola sumi yang bisa berubah-ubah, dan menjadi
cikal bakal dari showa, maka dari itu, inilah penyebabnya kenapa showa juga
sering mengalami perubahan corak pola warnanya.
Barangkali
jenis Showa yang sering kita jumpai sekarang adalah salah satu jenis koi
termuda. Ini karena baru pada tahun 1965, Tomiji Kobayashi yang berupaya
memperbaiki keturunan Showa, dan menjadi juara pertama pada pameran koi tingkat
nasional di Jepang. Koi-koi inilah yang dikenal sebagai Dainichi showa.
Awalnya,
showa memiliki tampilan yang kurang menarik, memiliki sumi biasa saja, dan
warna hi nya kekuningan. Baru pada tahun itu, disilangkanlah seekor indukan
showa betina dengan pejantan dari persilangan sanke dan kohaku. Didapatkanlah
warna merah tua yang menyala, warna putih seputih salju, dan warna hitam
mengkilap seperti pernis. Inilah Showa yang kita jumpai sampai sekarang.
![]() |
| Koi showa |
Menentukan
kriteria koi Showa lebih sulit dari Sanke dan Kohaku. Pertimbangannya adalah
kesan menyeluruh, bukan hanya pada kesesuaian tiga warna yang ada pada Showa. Pola
kohaku pada showa harus baik, merah dan putih seperti kriteria dalam menentukan
kohaku yang baik. Komposisi yang sama pada warna merah, hitam, dan putih.
Warna hi
di kepala adalah paling baik. Karena warna hitam terus berkembang dinamis, maka
dalam memilih showa, pertimbangkan warna merah dan putihnya yang baik. Pada awalnya,
warna merah pada showa muda dapat berwana orange, dan akhirnya berubah warna
menjadi merah seiring dengan pertumbuhannya. Pada bagian sirip dada (pectoral
fin) idealnya hampir semua berwarna hitam, kecuali pada bagian terluar.
Semua
sirip berwarna hitam atau sedikit hitam, tidak boleh berwarna merah. Prosentase
warna pada showa klasik adalah 40 persen warna hitam, 40 persen berwarna merah,
dan 20 persen berwarna putih. Tetapi pada showa modern, prosentase sama pada
semua warna. Dari ketiga jenis gosanke, Koi showa adalah jenis koi yang paling sulit dipilih, hal ini dikarenakan warnanya dapat berubah seiring dengan pertumbuhan dan umur ikan.
Referensi:
http://marisukses.com/ciri-serta-perawatan-ikan-koi-kohaku/
https://harga.info/harga-ikan-koi/
https://supertimin.wordpress.com/2011/05/04/cara-memilih-koi-kohaku-sanke-showa-yang-bagus/



ConversionConversion EmoticonEmoticon